Sekolah Bahasa di Jepang

Jepang salah satu negeri dengan pendidikan terbaik di dunia. Kemajuan teknologinya tak perlu diragukan, kulturnya mendukung siapapun untuk menjadi sosok yang kompetitif. Siapa yang tak mau sekolah bahasa di Jepang ?

Read More
Sekolah Bahasa di Jepang

Pelatihan Bahasa Jepang

Anda sedang mencari pelatihan bahasa Jepang untuk perusahaan? Jika iya, maka Anda bisa menemukannya di kota-kota di Indonesia. Pelatihan bahasa Jepang ini memang diadakan untuk mereka yang ingin bekerja atau mencari pengalaman di sebuah perusahaan Jepang.

Read More
Pelatihan Bahasa Jepang

Sekolah Ke Jepang

Pendidikan tingkat tinggi di Jepang dimulai setelah seseorang menyelesaikan 12 tahun masa pendidikan, yaitu pendidikan dasar (SD 6 tahun) dan pendidikan menengah (SLTP 3 tahun dan SLTA 3 tahun).

Read More
Sekolah Ke Jepang

Info Kursus Bahasa Jepang di MIRAI COLLEGE INDONESIA

Dibuka Kelas :

– Regular/Weekday Class (Senin~Jum’at)

– Weekend Class (Sabtu~Minggu)

>> Untuk Registrasi Hubungi Hp/WhatsApp: 0856-2420-7275.

Level Kursus :

level-kursus-bahasa-jepang

Keterangan:

jpl: jam pelajaran

pt: pertemuan

Biaya Kursus

  • Kelas Reguler Beginner Rp 900.000/perpaket sampai selesai (tidak ada biaya bulanan)

  • Kelas Privat Beginner (pembelajaran dilaksanakan di lembaga) Rp 1.250.000/perpaket sampai selesai (tidak ada biaya bulanan)

  • Kelas Weekend Beginner Rp 900.000/perpaket sampai selesai (tidak ada biaya bulanan)

Kelas dan Lama Belajar

Kelas terdiri dari Regular, Weekend dan Private. Untuk Kelas Regular 2 kali seminggu (2 jam pelajaran per-pertemuan), Kelas Weekend setiap hari Sabtu dan Minggu (2 kali dalam seminggu), Kelas Private dilaksanakan di lembaga dan waktu disesuaikan dengan kebutuhan siswa.

Waktu yang dijalani untuk level pemula (Beginner) kurang lebih 2 bulan dan untuk level 1 sampai dengan level 5 lama belajar kurang lebih 4 bulan pada setiap levelnya.

Keuntungan yang Didapat

  1. Gratis Pendaftaran dan Modul/Diktat

  2. Gratis mengulang kursus pada level yang sama.

  3. Gratis konsultasi dan pengarahan bagi peserta yang berminat sekolah bahasa atau kuliah di Jepang dan juga peserta yang berminat magang di Jepang dengan program Government to Government (G to G).

  4. Bersertifikat.

  5. Pilihan kursus dapat disesuaikan dengan kebutuhan.

Syarat Pendaftaran

  1. Fotokopi identitas diri, KTP atau KTM.

  2. Pas photo ukuran 3X4 berwarna sebanyak 2 lembar.

  3. Mengisi Formulir Pendaftaran.

 

Agama Shinto

Agama Shinto

Agama Shinto di Jepang

Agama Shinto berasal dari kata majemuk yaitu “Shin” dan “To”. Arti kata Shin adalah roh dan To adalah jalan. Jadi Shinto mempunyai arti jalannya roh, baik roh-roh orang yang telah meninggal maupun roh-roh langit dan bumi. Nama Shinto muncul setelah masuknya agama Budha ke Jepang pada abad ke-6 masehi yang dimaksudkan untuk menunjuukan kepercayaan asli bangsa Jepang.

Pada perkembangan selanjutnya dihadapkan pertemuan antara agama Budha dengan kepercayaan asli bangsa Jepang (Shinto) yang akhirnya mengakibatkan munculnya persaingan antara pendeta agama Shinto dengan para pendeta agama Budha, maka untuk mempertahankan kelangsungan hidup agama Shinto para pendetanya menerima dan memasukkan unsur-unsur Budha ke dalam sistem keagamaan mereka. Akibatnya agama Shinto justru hampir kehilangan sebagian besar sifat aslinya. Misalnya aneka ragam upacara agama bahkan bentuk-bentuk bangunan tempat suci agama Shinto banyak dipengaruhi oleh agama Budha.

Patung-patung dewa yang semula tidak dikenal dalam agama Shinto mulai diadakan dan ciri keserhanaan tempat-tempat suci agama Shinto lambat laun menjadi lenyap digantikan dengan gaya yang penuh hiasan warna-warni yang mencolok. Pengaruh agama Budha yang lain tampak pada hal-hal seperti anggapan bahwa dewa-dewa Shinto merupakan penjelmaan dari Budha.

Setelah abad ke-17 timbul lagi gerakan untuk menghidupkan kembali ajaran Shinto murni di bawah pelopor Kamamobuchi, Motori, Hirata, Narinaga dan lain-lain dengan tujuan bangsa Jepang ingin membedakan Batsudo (jalannya Budha) dengan Kami (roh-roh yang dianggap dewa oleh bangsa Jepang) untuk mempertahankan kelangsungan kepercayaannya.

Pada abad ke-19 tepatnya tahun 1868 agama Shinto diproklamirkan menjadi agama negara yang pada saat itu agama Shinto mempunyai 10 sekte dan 21 juta pemeluknya. Sejak saat itu dapat dikatakan bahwa paham Shintoisme merupakan ajaran yang mengandung politik religius bagi orang Jepang, sebab saat itu taat kepada ajaran Shinto berarti taat kepada kaisar dan berarti pula berbakti kepada negara dan politik negara.

Continue Reading

<