Around about February

Sehari Sebelum Musim Semi

By Arief

Di Jepang, setiap tgl 3 Februari, yaitu sekitar sehari sebelum musim semi, disebut sebagai setsubun. Pada saat ini ada kebiasaan melempar kacang dengan meneriakkan “Oni wa soto, fuku wa uchi” (iblis keluar rumah) dengan maksud menghalau keburukan dari iblis yang muncul ketika musim berganti.

Di Jepang Februari merupakan bulan pergantian dari musim dingin ke musim semi, tetapi sebenarnya keadaan cuaca  masih terasa dingin, terutama di daerah yang saljunya tebal, orang-orang sudah tak sabar menunggu datangnya musim semi.

Ada lagu anak-anak yang syairnya dimulai dengan “Yuki ya kon-kon, arare ya kon-kon“. Istilah kon-kon konon berasal dari kata koi-koi atau fure-fure yang dalam istilah zaman dulu artinya datanglah-datanglah atau turunlah-turunlah.

Sementara itu ada juga arti kon-kon yang berasal dari bunyi sebenarnya yang terdengar mirip, misalnya “seki ga konkon deru” (batuknya berbunyi konkon), atau “tobira o konkon tataku” (kon kon bunyi pintu diketuk).

Month of Harmony

Bulan Mempererat Ikatan

By Arief

Bulan Januari di sebut juga dengan nama Mutsuki, yang dalam asal-usul kata artinya  Mutsubi-tsuki (bulan mempererat ikatan) di mana seluruh anggota keluarga berkumpul dan berpesta menyambut tahun baru untuk mempererat ikatan persaudaraan. Mutsubi berasal dari kata mutsumu yang artinya menjalin hubungan baik melalui perayaan khusus Tahun Baru, makan masakan khas Tahun Baru dan menyambut tahun yang baru dengan meriah.

Perayaan khusus Tahun Baru, misalnya Hatsumoude (ziarah pertama). Ini adalah acara kunjungan pertama di tahun yang baru, ke Kuil  Shinto atau ke Wihara Budha untuk berdoa memohon keselamatan dan kedamaian dalam setahun ini. Dalam ziarah tersebut, biasanya orang-orang membeli azimat, dan penolak bala Hamaya, menuliskan permohonan atau cita-cita di sepotong kayu yang disebut Ema, membaca kertas ramalan, dan memohon agar diberkati selama setahun ini.

Sedangkan yang dimaksud dengan masakan Tahun Baru adalah Osechi Ryouri. Kata ini tadinya berasal dari kata sekku = sechi yang artinya perayaan pada pergantian musim, dan makanan yang dipersembahkan kepada Dewa disebut osechi ryouri. Oleh karena Tahun Baru merupakan perayaan pergantian musim yang utama, maka masakan untuk Tahun Baru juga disebut Osechi Ryouri. Masakan ini banyak berisi hasil laut dan gunung, yangmempunyai makna permohonan akan panen yang berlimpah, keamanan dan kesehatan keluarga, kemakmuran anak, cucu dan keturunan.