Rainy Season

Bulan Musim Hujan

By: Arief

Bulan Juni di Jepang merupakan bulan musim hujan atau disebut juga Tsuyu, setiap hari gerimis terus, sehingga merupakan bulan yang tidak cocok untuk melangsungkan pernikahan.

Tetapi oleh karena banyak orang yang terpengaruh oleh istilah June Bride ini, maka Juni merupakan bulan yang banyak pesta pernikahan setelah Oktober yang mempunyai hari-hari cerah dan stabil dibanding Juni.

Di Eropa, ada legenda yang mengatakan bahwa pengantin wanita yang menikah pada bulan Juni, akan berbahagia. Pengantin wanita yang menikah pada bulan Juni disebut sebagai June Bride (pengantin bulan Juni).

Pada musim ini, di Eropa, merupakan musim yang paling menyenangkan dalam setahun, dimana hujan turun sedikit dan udaranya cerah terus. Oleh karena itu tak heran kalau banyak pengantin yang melangsungkan pernikahannya pada hari itu.

Di Jepang, pada bulan Juni dan Oktober, banyak diselenggarakan Koromogae (mengganti pakaian), yaitu mengganti pakaian seragam (seragam musim panas, seragam musim dingin) di kalangan pelajar ataupun karyawan kantor. Sehingga kita bisa langsung melihat perbedaan dari musim semi ke musim panas, dari musim gugur ke murim dingin.

Setiap tahun, bulan 6 dalam perhitungan kalender lunar, disebut sebagai Minazuki (bulan yang tidak ada airnya). Sekarang istilah ini dipakai untuk menyebut bulan Juni pada kalender sekarang. Ada berbagai opini tentang asal mula sebutan Minazuki ini.

Ada yang mengatakan bahwa sesuai dengan huruf kanji-nya, yang mempunyai arti bulan ketika musim hujan sudah selesai dan air menjadi habis, sebaliknya, banyak pula yang beranggapan bahwa ini adalah bulan di mana perlu dialirkan air di di sawah setelah selesai menanam padi, Mizu Hari Zuki (bulan ketika air harus dialirkan) akhirnya disingkat menjadi Minazuki.

Golden Week

Golden Week

By: Arief

Di Jepang, setiap tahun, mulai akhir April hingga awal Mei, terdapat berbagai hari libur seperti hari besar, hari libur rakyat, hari Sabtu dan Minggu.

Semuanya saling bersambung dan disebut sebagai Golden Week kadang disingkat menjadi GW = pekan emas atau kadang disebut juga libur panjang.

Pada masa liburan ini banyak orang yang bepergian jauh sampai menginap, misalnya ; berwisata, pulang ke kampung halaman, bersenang- senang, dan sebagainya, bahkan ada juga orang-orang yang berwisata ke luar negeri.

Pada masa-masa ini, udaranya kebanyakan cerah, yang sering disebut sebagai Satsukibare = hari cerah di bulan lima/Mei, angin selatan yang disebut Kunpu = angin semerbak musim semi bertiup melewati rerumputan dan daun-daun baru di padang rumput serta pegunungan, membuat kita merasa nyaman untuk berlibur bersenang-senang.

Istilah Satsukibare sudah dipakai sejak zaman Edo, yang dimaksud dengan bulan 5 adalah penanggalan kalender lunar (perhitungan berdasarkan perputaran bulan), sekarang dalam penanggalan kalender solar (perhitungan berdasarkan perputaran matahari), jatuhnya pada bulan Juni.

Pada awalnya diperkirakan istilah ini digunakan untuk hari-hari cerah di musim hujan, tetapi sekarang dipergunakan untuk hari-hari cerah di bulan Mei.

Bulan Mei ditulis juga sebagai Satsuki, berdasarkan legenda, konon merupakan kependekan dari Sanae Zuki yang berarti menanam semai padi, jadi secara umum artinya adalah bulan ketika pekerjaan menanam semai padi dimulai.