Categories: Japanese Translator

Japanese TranslatorKonsep Dasar Seorang Penterjemah Bahasa Jepang

By Arief

Menjadi seorang penterjemah bahasa Jepang itu tidak gampang atau sulit bila kita memiliki kualifikasi untuk menjadi seorang penterjemah, bila hal itu sudah kita milki maka penerjemahan akan semudah membalikkan tepak tangan.

Konsep dasar yang harus dimiliki oleh seorang penterjemah bahasa Jepang untuk menghasilkan terjemahan yang baik yaitu :

1.  Penguasaan bahasa sumber

Taraf penguasaan bahasa sumber yang diperlukan oleh seorang penterjemah bergantung kepada bidang terjemahan yang dikerjakannya.

Untuk bidang sastra misalnya sangat erat hubungannya dengan kehidupan sehari-hari pemakai bahasa yang bersangkutan diperlukan taraf penguasaan bahasa sumber yang lebih mendalam.

Bagi seseorang yang bukan penutur asli dan hidup di luar masyarakat pemakai bahasa yang bersangkutan akan sulit mencapai taraf penguasaan bahasa yang demikian.

Hal ini dapat diatasi dengan banyak membaca buku-buku tentang karya sastra, sosial budaya, ekonomi dan sebagainya dalam bahasa pemakai bahasa sasaran.

Namun demikian, seorang penterjemah yang tinggal disuatu negara sambil mengenal bahasa dan dunianya maka akan lebih berhasillah hasil terjemahannya.

2.  Penguasaan materi teks dan terjemahan.

Seorang penterjemah harus menguasai sebaik-baiknya ilmu yang akan diterjemahkan. Selain itu perlu mengetahui bidang –bidang lain yang erat hubungannya dengan bidang tersebut.

Walaupun dia ahli dalam bidang yang bersangkutan, akan tetapi menterjemahkan suatu terjemahan kadang-kadang perlu juga berkomunikasi dengan orang lain yang ahli dalam bidang yang sama.

Sebagai pelengkap yang diperlukan oleh penterjemah antara lain :

  • Kamus dwibahasa (bilingual yang baik dan lengkap)
  • Kamus istilah yang baik untuk berbegai bidang
  • Kamus tata bahasa yang baik untuk bahasa sumber dan bahasa sasaran

3.  Pengetahuan teori terjemahan.

Ada orang yang berpendapat bahwa bila seseorang telah menguasai meteri teks dalam bahasa sumbernya, maka ia dapat menterjemahkannya ke dalam bahasa ibunya, karena pekerjaan menterjemahkan hanya merupakan keterampilan yang dapat diperoleh dengan latihan dan pengalaman tanpa harus belajar teorinya.

Memang watak dan bakat merupakan kemampuan untuk menjadi seorang penterjemah, akan tetapi seorang penterjemah yang berhasil harus pula mengetahui teori terjemahan. Dengan hanya melalui latihan dan pengalaman tanpa menguasai teorinya tidak akan  menjadi penterjemah yang baik.

Spread the Word, like or share this page, your friends will also love it and thanks for it.

Top

<