Categories: Translation

Japanese to IndonesiaPenerjemahan  Bahasa Jepang -Indonesia

By Arief

Penerjemahan akan menjadi mudah dan berjalan lancar, kalau kita menguasai bahasa sumber dan bahasa sasaran. Bahasa sumber yaitu bahasa yang digunakan dalam naskah aslinya, sedangkan bahasa sasaran adalah bahasa yang akan menjadi hasil terjemahannya.

Begitu pula kalau kita akan menerjemahkan bahasa Jepang ke Indonesia, sebaiknya kita mengetahui perbedaan antara kedua bahasa tersebut. Adapun perbedaannya dapat dilihat dari segi tata bahasa yaitu :

1.      Susunan kata bahasa Indonesia DM,yaitu kata yang diterangkan terletak di depan kata yang menerangkan Sedangkan bahasa Jepang MD,yaitu kata yang diterangkan terletak di belakang kata yang menerangkan.

  • Bunga merah
  • Akai hana (akai=merah, hana=bunga)

2.      Susunan kalimat bahasa Indonesia terdiri atas SPO (Subjek-Predikat-Objek), sedangkan dalam bahasa Jepang predikat hampir selalu diletakkan pada akhir kalimat atau SOP.

  • Murid belajar bahasa Jepang
  • Gakusei wa nihongo o naraimasu (gakusei=siswa, nihongo=bahasa Jepang, naraimasu=belajar)

3.      Perubahan bentuk dalam kata kerja dan kata sifat dalam bahasa Indonesia tidak mengalami perubahan bentuk, sedangkan dalam bahasa Jepang kata kerja dan kata sifat mengalami perubahan bentuk.

  • Kata kerja iku (pergi) dapat merubah menjadi itta,ikanai,ikeba.

4.      Kala (tenses) dalam bahasa Indonesia kita tidak mengenal bentuk kala (tenses) yang diikuti oleh perubahan bentuk kata kerja dan kata sifat. Sepintas bahasa Jepang hanya mengenal kala lampau (past tense) tetapi pemakaiannya tidaklah semudah yang kita duga.

  • Kyounen nihon e iku toki ni hikouki de Yamada san to aimashita (Pada waktu pergi ke Jepang tahun lalu, di pesawat saya bertemu dengan Pak Yamada)
  • Kore wa kyounen ni Nihon e itta toki ni,Nagoya de katta kutsu desu (Ini adalah sepatu yang dibeli di Nagoya waktu pergi ke Jepang tahun lalu)

5.      Pola kalimat khusus dalam bahasa Indonesia tidak mengenal hal ini sedangkan dalam bahasa Jepang disebut iimawashii, harus benar-benar diketahui dan dimengerti karena tidak semuakamus memuat pola-pola kalimat seperti ……ikebaikuhodo…….( makin…..makin…..)

  • Kita e ikeba iku hodo samuku narimasu (Makin ke utara kita pergi, makin dingin)

Seorang penerjemah sudah seharusnya menguasai kedua bahasa tersebut, sehinngga hasil terjemahan bahasa Jepang ke Indonesia tidak menimbulkan ketidakwajaran akan tetapi mudah dimengerti oleh pembaca.

Spread the Word, like or share this page, your friends will also love it and thanks for it.

Top

<