Categories: Children's Game

Japanese SnowballYukitobi – Permainan Salju di Jepang 

By Arief

Di Jepang sering turun salju, sehingga bagi anak-anak Jepang, salju merupakan salah satu alat permainan yang mudah didapat.

Yukigassen (Perang-perangan salju)

Sesuai namanya, ini merupakan permainan perang-perangan dengan saling melemparkan bola-bola salju yang telah dibulat-padatkan oleh tangan. Bila dimainkan di kalangan anak-anak, agar tidak cedera, maka sudah menjadi peraturan umum untuk tidak mengisi bola salju itu dengan benda-benda padat seperti batu dan sebagainya. Akhir-akhir ini, permainan ini telah berubah menjadi bentuk olahraga, yang dipertandingkan secara internasional, dengan peraturan-peraturan yang berlaku secara resmi.

Yukidaruma (Boneka Daruma salju)

Patung salju yang dibuat dari salju yang dikeraskan. Awal mula sebutan ini berasal dari patung salju yang dibuat meniru boneka Daruma yang melambangkan nasib baik, sehingga patungnya disebut Yukidaruma. Di Jepang biasanya Yukidaruma ini terbuat dari 2 bola salju, yang besar dan yang kecil, lalu keduanya ditumpuk menjadi satu mengungkapkan bagian kepala dan tubuh, kebanyakan tidak bertangan ataupun berkaki. Tetapi di negeri Barat, boneka salju terdiri dari 3 bola salju, yang melambangkan kepala, tubuh, kaki, lalu biasanya ranting pohon atau sapu ditusukkan sebagai perlambang lengan.

Yukiusagi (Boneka Kelinci salju)

Ini merupakan bentuk patung salju yang dikeraskan setengah bulatan, lalu diberi mata dan telinga seperti kelinci dengan ukuran sekitar 10 cm hingga 30 cm. Dalam pembuatan patung Yukiusagi secara tradisional, dipakai biji merah dan daun dari pohon Nanten (Nandina Domestica) untuk bagian mata dan telinganya. Nanten ini tidak kering di musim dingin, juga dianggap sebagai lambang keberuntungan sebagai (nan o tenjiru = mengubah kesulitan), selain itu biji nanten ini juga bermanfaat untuk menyembuhkan batuk, sehingga pembuatan kelinci salju Yukiusagi ini menjadi salah satu tradisi musiman di musim dingin.

Kamakura (Rumah Salju)

Salju dikeraskan dengan cara menimbun dan menginjaknya sampai berbentuk silinder, setelah itu bagian dalamnya digali menjadi seperti pintu masuk dan ruangan di dalam rumah. Asal mulanya adalah dari acara tradisional di daerah bersalju seperti Pref. Akita, Pref. Nigata, dsb, di mana pada tahun baru mini (sekitar pertengahan Februari atau tgl 15 bulan 1 pada penghitungan penanggalan lama), di dalam ruangan salju terbuat dari salju yang dikeraskan ini dibuat altar untuk berdoa kepada Dewa Air. Zaman dulu, anak-anak, pada malam hari ini saja diizinkan untuk tetap bangun sampai larut malam. Mereka saling berkunjung ke kamakura lain, makan minum dan bermain dengan gembira. Saat ini, bermain di dalam kamakura sudah meluas di seluruh negeri Jepang sebagai sebuah permainan salju yang menyenangkan bagi banyak orang.

Spread the Word, like or share this page, your friends will also love it and thanks for it.

Top

<