<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Japanese Japan Indonesia Company Language Translation Dictionary Translator Translate Nihongo +62 856 2420 7275</title>
	<atom:link href="http://indojapanese.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://indojapanese.com</link>
	<description>Japanese Japan Indonesia Company Language Translation Dictionary Translator Translate Nihongo Bahasa Jepang Interpreter Terjemahan Penterjemah Teknik Percakapan Kursus Perusahaan Course</description>
	<lastBuildDate>Mon, 08 Mar 2010 03:26:04 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>A Time of Meetings and Separations</title>
		<link>http://indojapanese.com/time-meetings-separations/</link>
		<comments>http://indojapanese.com/time-meetings-separations/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Mar 2010 03:11:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[About Japan]]></category>
		<category><![CDATA[meeting month]]></category>
		<category><![CDATA[meetings month]]></category>
		<category><![CDATA[separation month]]></category>
		<category><![CDATA[separations month]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indojapanese.com/?p=647</guid>
		<description><![CDATA[Musim Pertemuan dan Perpisahan
By  Arief
Bulan Maret di Jepang disebut sebagai musim pertemuan dan perpisahan. Berpisah dengan lingkungan yang telah terbiasa dikarenakan lulus sekolah, bekerja, pindah, dan sebagainya, selain rasa senang akan bertemu dengan teman-teman baru, juga entah mengapa, terasa banyak keresahan yang membuat hati kita tak tenang. Pada saat seperti ini, di mana kita tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2 style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><a href="http://indojapanese.com/wp-content/uploads/2010/03/A-Time-of-Meetings-and-Separations.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-652" title="A Time of Meetings and Separations" src="http://indojapanese.com/wp-content/uploads/2010/03/A-Time-of-Meetings-and-Separations-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Musim Pertemuan dan Perpisahan</span></h2>
<p style="text-align: justify;">By  <a href="http://indojapanese.com/about-us"><strong>Arief</strong></a></p>
<p style="text-align: justify;">Bulan Maret di Jepang disebut sebagai musim pertemuan dan perpisahan. Berpisah dengan lingkungan yang telah terbiasa dikarenakan lulus sekolah, bekerja, pindah, dan sebagainya, selain rasa senang akan bertemu dengan teman-teman baru, juga entah mengapa, terasa banyak keresahan yang membuat hati kita tak tenang. Pada saat seperti ini, di mana kita tidak bisa berkonsentrasi dengan hal di depan mata, padahal tidak ada alasan apa pun sebagai penyebabnya, menimbulkan perasaan dan jiwa yang resah, dalam bahasa isyarat ungkapan, dilukiskan sebagai <strong>sowa-sowa</strong>.</p>
<p style="text-align: justify;">Bayangan musim semi adalah kecerahan dan keindahan, misalnya bunga sakura yang mekar penuh, atau masa depan yang penuh harapan. Sebaliknya, juga merupakan musim yang beraneka perasaan, misalnya rasa sepi dan kehilangan karena ada yang meninggalkan kita. Dengan melewati masa sedih ini, kita akan bertambah dewasa, langkah pun semakin mantap dan optimis.</p>
<p style="text-align: justify;">Bulan Maret disebut juga <strong>Yayoi</strong>, terdiri dari 2 huruf kanji. Huruf kanji pertama <strong>Ya </strong>mempunyai arti <strong>iyo-iyo</strong> (sudah hampir tiba waktunya) atau <strong>masu-masu</strong> semakin dekat masanya, jadi bulan dimana pepohonan dan rerumputan akan mulai tumbuh disebut <strong>Yayohi</strong>. Inilah asal mula dinamakannya Yayoi.</p>
<p style="text-align: justify;">Ciri khas kata ungkapan di bulan Maret adalah banyaknya nama atau yang berhubungan dengan tumbuh-tumbuhan. Misalnya <strong>Natane-zuyu</strong> (musim hujan di kala bunga Nanohana mulai berbunga). Musim hujan biasanya turun sekitar 20 hari sebelum dan sesudah <strong>Geshi</strong> (hari dimana siang lebih panjang dan malam lebih pendek).</p>
<p style="text-align: justify;">Tetapi di bagian barat daerah Kanto, yaitu daerah yang mengarah ke Lautan Pasifik kehangatan musim semi sudah mulai terasa sekitar pertengahan Maret sampai awal April. Ada kalanya cuaca buruk berlanjut berhari-hari, ini disebut <strong>Shunrin</strong> atau <strong>Natane-zuyu</strong>. Artinya di saat hujan gerimis musim semi yang tidak reda-reda juga bunga Nanohana mulai berkembang, sesaat sebelum bunga sakura mekar.</p>
<p style="text-align: justify;">Di Jepang bulan Maret adalah akhir tahun fiskal dan bulan April merupakan awal tahun fiskal baru. Banyak orang yang menyebut Bulan Maret adalah bulan berpisah, atau bulan untuk bepergian, tetapi di sisi lain, juga merupakan musim di mana terasa seperti ada semangat baru. Dalam keharuman musim semi yang dibawa bunga dan rerumputan ini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indojapanese.com/time-meetings-separations/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>The First Day of Spring</title>
		<link>http://indojapanese.com/the-first-day-of-spring/</link>
		<comments>http://indojapanese.com/the-first-day-of-spring/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Feb 2010 01:59:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[About Japan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indojapanese.com/?p=640</guid>
		<description><![CDATA[Memasuki Musim Semi
By Arief
Bulan Februari disebut juga Kisaragi, yang berasal dari bulan di mana dingin kembali menjelang sehingga kita harus memakai baju lebih tebal lagi. Tetapi di atas kalender sudah memasuki Risshun di mana musim dingin sudah selesai dan memasuki musim semi, siang pun semakin panjang.
Dengan adanya Sankanshion (tiga dingin empat hangat) maksudnya (hari-hari yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2 style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><a href="http://indojapanese.com/wp-content/uploads/2010/02/The-First-Day-of-Spring.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-645" title="The First Day of Spring" src="http://indojapanese.com/wp-content/uploads/2010/02/The-First-Day-of-Spring-300x236.jpg" alt="" width="300" height="236" /></a>Memasuki Musim Semi</span></h2>
<p style="text-align: justify;">By <a href="http://indojapanese.com/about-us"><strong>Arief</strong></a></p>
<p style="text-align: justify;">Bulan Februari disebut juga <strong>Kisaragi</strong>, yang berasal dari bulan di mana dingin kembali menjelang sehingga kita harus memakai baju lebih tebal lagi. Tetapi di atas kalender sudah memasuki <strong>Risshun</strong> di mana musim dingin sudah selesai dan memasuki musim semi, siang pun semakin panjang.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan adanya <strong>Sankanshion</strong> (tiga dingin empat hangat) maksudnya (hari-hari yang dingin tiga hari berturut-turut, setelah itu akan ada empat hari yang hangat berturut-turut), sedikit demi sedikit musim semi pun tiba. Ada pula yang disebut <strong>usui </strong>(air hujan) yang merupakan salah satu dari 24 posisi matahari, sama halnya dengan <strong>Risshun</strong>.</p>
<p style="text-align: justify;">Meskipun tidak begitu dikenal, artinya adalah salju beku yang mencair menjadi air hujan. Mulai sekitar masa ini, puncak musim dingin pun mulai lewat, di daerah tertentu, angin pertama musim semi mulai berhembus dan mulai terdengar suara nyanyian burung bulbul. Sejak dahulu ini merupakan pertanda bahwa persiapan untuk bertani segera dimulai.</p>
<p style="text-align: justify;">Begitu angin pertama musim semi berhembus, pucuk rerumputan mulai muncul di bulan ini, sehingga Februari juga mempunyai sebutan lainnya <strong>Kusaki harizuki </strong> (bulan pucuk rerumputan), <strong>Ume mitsuki </strong>(bulan menikmati bunga ume), <strong>Konome tsuki</strong> (bulan pucuk pepohonan) dan sebagainya.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain itu, bulan Februari juga merupakan bulan yang harinya paling sedikit dalam setahun, sehingga hari-hari cepat sekali berlalu, menyebabkan ada pula istilah <strong>nigatsu wa nigeru</strong> (bulan dua berlari). Begitulah rasa dingin dan hangat datang silih berganti, musim semi sudah berada di depan mata.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indojapanese.com/the-first-day-of-spring/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Around about February</title>
		<link>http://indojapanese.com/around-about-february/</link>
		<comments>http://indojapanese.com/around-about-february/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Feb 2010 02:23:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[About Japan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indojapanese.com/?p=616</guid>
		<description><![CDATA[Sehari Sebelum Musim Semi
By Arief
Di Jepang, setiap tgl 3 Februari, yaitu sekitar sehari sebelum musim semi, disebut sebagai setsubun. Pada saat ini ada kebiasaan melempar kacang dengan meneriakkan &#8220;Oni wa soto, fuku wa uchi&#8221; (iblis keluar rumah) dengan maksud menghalau keburukan dari iblis yang muncul ketika musim berganti.
Di Jepang Februari merupakan bulan pergantian dari musim [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2><span style="color: #ff0000;"><a href="http://indojapanese.com/wp-content/uploads/2010/02/Around-about-February.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-626" title="Around about February" src="http://indojapanese.com/wp-content/uploads/2010/02/Around-about-February-300x300.jpg" alt="" width="269" height="265" /></a>Sehari Sebelum Musim Semi</span></h2>
<p>By<strong><a href="http://indojapanese.com/about-us"> Arief</a></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Di Jepang, setiap tgl 3 Februari, yaitu sekitar sehari sebelum musim semi, disebut sebagai <strong>setsubun</strong>. Pada saat ini ada kebiasaan melempar kacang dengan meneriakkan &#8220;<strong>Oni wa soto, fuku wa uchi</strong>&#8221; (iblis keluar rumah) dengan maksud menghalau keburukan dari iblis yang muncul ketika musim berganti.</p>
<p style="text-align: justify;">Di Jepang Februari merupakan bulan pergantian dari musim dingin ke musim semi, tetapi sebenarnya keadaan cuaca  masih terasa dingin, terutama di daerah yang saljunya tebal, orang-orang sudah tak sabar menunggu datangnya musim semi.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada lagu anak-anak yang syairnya dimulai dengan &#8220;<strong>Yuki ya kon-kon, arare ya kon-kon</strong>&#8220;. Istilah <strong>kon-kon</strong> konon berasal dari kata <strong>koi-koi</strong> atau <strong>fure-fure</strong> yang dalam istilah zaman dulu artinya datanglah-datanglah atau turunlah-turunlah.</p>
<p style="text-align: justify;">Sementara itu ada juga arti <strong>kon-kon</strong> yang berasal dari bunyi sebenarnya yang terdengar mirip, misalnya &#8220;<strong>seki ga konkon deru&#8221;</strong> (batuknya berbunyi <strong>konkon</strong>), atau &#8220;<strong>tobira o konkon tataku</strong>&#8221; (<strong>kon kon</strong> bunyi pintu diketuk).</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indojapanese.com/around-about-february/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Month of Harmony</title>
		<link>http://indojapanese.com/month-of-harmony/</link>
		<comments>http://indojapanese.com/month-of-harmony/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Jan 2010 00:02:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[About Japan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indojapanese.com/?p=610</guid>
		<description><![CDATA[Bulan Mempererat Ikatan
By Arief
Bulan Januari di sebut juga dengan nama Mutsuki, yang dalam asal-usul kata artinya  Mutsubi-tsuki (bulan mempererat ikatan) di mana seluruh anggota keluarga berkumpul dan berpesta menyambut tahun baru untuk mempererat ikatan persaudaraan. Mutsubi berasal dari kata mutsumu yang artinya menjalin hubungan baik melalui perayaan khusus Tahun Baru, makan masakan khas Tahun Baru [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2 style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><a href="http://indojapanese.com/wp-content/uploads/2010/01/Month-of-Harmony.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-611" title="Month of Harmony" src="http://indojapanese.com/wp-content/uploads/2010/01/Month-of-Harmony-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Bulan Mempererat Ikatan</span></h2>
<p style="text-align: justify;">By <a href="http://indojapanese.com/about-us"><strong>Arief</strong></a></p>
<p style="text-align: justify;">Bulan Januari di sebut juga dengan nama <strong>Mutsuki</strong>, yang dalam asal-usul kata artinya  <strong>Mutsubi-tsuki</strong> (bulan mempererat ikatan) di mana seluruh anggota keluarga berkumpul dan berpesta menyambut tahun baru untuk mempererat ikatan persaudaraan. <strong>Mutsubi </strong>berasal dari kata <strong>mutsumu</strong> yang artinya menjalin hubungan baik melalui perayaan khusus Tahun Baru, makan masakan khas Tahun Baru dan menyambut tahun yang baru dengan meriah.</p>
<p style="text-align: justify;">Perayaan khusus Tahun Baru, misalnya <strong>Hatsumoude</strong> (ziarah pertama). Ini adalah acara kunjungan pertama di tahun yang baru, ke Kuil  Shinto atau ke Wihara Budha untuk berdoa memohon keselamatan dan kedamaian dalam setahun ini. Dalam ziarah tersebut, biasanya orang-orang membeli azimat, dan penolak bala <strong>Hamaya,</strong> menuliskan permohonan atau cita-cita di sepotong kayu yang disebut <strong>Ema</strong>, membaca kertas ramalan, dan memohon agar diberkati selama setahun ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Sedangkan yang dimaksud dengan masakan Tahun Baru adalah <strong>Osechi Ryouri</strong>. Kata ini tadinya berasal dari kata <strong>sekku = sechi</strong> yang artinya perayaan pada pergantian musim, dan makanan yang dipersembahkan kepada Dewa disebut <strong>osechi ryouri</strong>. Oleh karena Tahun Baru merupakan perayaan pergantian musim yang utama, maka masakan untuk Tahun Baru juga disebut <strong>Osechi Ryouri</strong>. Masakan ini banyak berisi hasil laut dan gunung, yangmempunyai makna permohonan akan panen yang berlimpah, keamanan dan kesehatan keluarga, kemakmuran anak, cucu dan keturunan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indojapanese.com/month-of-harmony/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>The Last Day of Year</title>
		<link>http://indojapanese.com/the-last-day-of-year/</link>
		<comments>http://indojapanese.com/the-last-day-of-year/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Dec 2009 03:32:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[About Japan]]></category>
		<category><![CDATA[history year]]></category>
		<category><![CDATA[japanese year]]></category>
		<category><![CDATA[last day of the year]]></category>
		<category><![CDATA[last history]]></category>
		<category><![CDATA[the last day of the year]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indojapanese.com/?p=600</guid>
		<description><![CDATA[Hari Terakhir Dalam Setahun
By Arief 
Bulan Desember biasa di sebut juga Shiwasu (guru pun berlari), sebutan ini berasal dari ungkapan di mana, para pendeta yang biasanya tenang sekalipun, berlari ke sana ke mari dengan sibuknya. Orang-orang bepergian ke tempat keramaian untuk berpesta akhir tahun (bonenkai), mengenang tahun yang akan segera berlalu. Oomisoka  adalah hari terakhir [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;"><strong><span style="color: #ff0000;"><a href="http://indojapanese.com/the-last-day-of-year.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-606" title="The Last Day of Year" src="http://indojapanese.com/wp-content/uploads/2009/12/The-Last-Day-of-Year-226x300.jpg" alt="" width="276" height="321" /></a>Hari Terakhir Dalam Setahun</span></strong></p>
<p>By <strong><a href="http://indojapanese.com/about-us">Arief </a></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Bulan Desember biasa di sebut juga Shiwasu (guru pun berlari), sebutan ini berasal dari ungkapan di mana, para pendeta yang biasanya tenang sekalipun, berlari ke sana ke mari dengan sibuknya. Orang-orang bepergian ke tempat keramaian untuk berpesta akhir tahun (bonenkai), mengenang tahun yang akan segera berlalu. Oomisoka  adalah hari terakhir dalam setahun, yaitu tgl 31 Desember.</p>
<p style="text-align: justify;">Di Jepang, pada akhir tahun umumnya orang-orang libur kerja, menyelesaikan persiapan menyambut Tahun Baru, lalu seluruh keluarga berkumpul, makan  <strong>Toshikoshi soba</strong> (Mi Akhir Tahun) , dan melewatkan malam Tahun Baru dengan tenang sambil mendengarkan <strong>Joya no kane</strong> (lonceng malam Tahun Baru). <strong>Toshikoshi soba</strong> disantap dengan harapan agar keberuntungan keluarga, nasib baik, dan panjang umur dapat terus berlanjut panjang bagaikan mi soba.</p>
<p style="text-align: justify;">Sementara <strong>Joya no kane</strong> yang dibunyikan di kuil sebanyak 108 kali, mengandung harapan agar kita bisa mendorong tahun sebelumnya, melepaskan 108 hasrat manusiawi dan menyambut tahun yang baru dengan hati yang bersih. Ketika akhir tahun semakin mendekat, orang-orang saling mengucapkan salam <strong>Yoi o toshi wo</strong> (semoga menjadi tahun yang baik) yang mengandung arti merayakan tahun yang akan datang.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indojapanese.com/the-last-day-of-year/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kanji Japanese</title>
		<link>http://indojapanese.com/kanji-japanese/</link>
		<comments>http://indojapanese.com/kanji-japanese/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Dec 2009 23:00:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Japanese Symbols]]></category>
		<category><![CDATA[japanese kanji]]></category>
		<category><![CDATA[japanese kanji characters]]></category>
		<category><![CDATA[japanese kanji symbol]]></category>
		<category><![CDATA[japanese kanji symbols]]></category>
		<category><![CDATA[learn japanese kanji]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indojapanese.com/?p=227</guid>
		<description><![CDATA[Tip Menguasai Kanji
By Arief
Huruf kanji merupakan salah satu aspek yang sulit dalam mempelajari  bahasa Jepang. Hal ini dirasakan bila kita tidak memiliki latar belakang budaya kanji. Walaupun memiliki  budaya kanji pun seperti Korea, China, Taiwan kadang terasa sulit bila berhadapan dengan kanji Jepang.
Denga melihat bentuknya mereka biasanya tahu apa arti kanji tersebut, bagaimana penulisannya, tetapi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1><span style="color: #ff0000;"><a href="http://indojapanese.com/kanji-japanese"><img class="alignleft size-medium wp-image-308" title="kanji japanese" src="http://indojapanese.com/wp-content/uploads/2009/07/kanji-japanese-300x259.gif" alt="kanji japanese" width="300" height="259" /></a>Tip Menguasai Kanji</span></h1>
<p>By <a title="about us" href="http://indojapanese.com/about-us"><strong>Arief</strong></a></p>
<p style="text-align: justify;">Huruf<a title="japanese to indonesia translation" href="http://indojapanese.com/japanese-to-indonesia-translation"> kanji </a>merupakan salah satu aspek yang sulit dalam mempelajari  <a title="japanese words" href="http://indojapanese.com/japanese-words">bahasa Jepang</a>. Hal ini dirasakan bila kita tidak memiliki latar belakang budaya kanji. Walaupun memiliki  budaya kanji pun seperti Korea, China, Taiwan kadang terasa sulit bila berhadapan dengan kanji Jepang.</p>
<p style="text-align: justify;">Denga melihat bentuknya mereka biasanya tahu apa arti <a title="japanese to indonesia translation" href="http://indojapanese.com/japanese-to-indonesia-translation">kanji</a> tersebut, bagaimana penulisannya, tetapi mereka terbentur pada cara membacanya. Walaupun bentuk kanji yang dipakai dalam <a title="japanese words" href="http://indojapanese.com/japanese-words">bahasa Jepang </a>sama dengan seperti kanji China atau Korea, tetapi cara membacanya sama sekali berbeda.</p>
<p style="text-align: justify;">Itulah salah satu kesulitan mempelajari huruf <a title="japanese to indonesia translation" href="http://indojapanese.com/japanese-to-indonesia-translation">kanji</a> yang sering dialami oleh para pembelajar yang memiliki latar belakang kanji. Kalau kita ingin menguasai <a title="japanese words" href="http://indojapanese.com/japanese-words">bahasa Jepang</a> lebih mendalam, maka keterampilan baca tulis huruf kanji harus dikuasai. Tetapi kalau kita hanya ingin menguasai percakapan sederhana saja, penguasaan huruf kanji dapat dipelajari secara sepintas saja.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk menguasai huruf <a title="japanese to indonesia translation" href="http://indojapanese.com/japanese-to-indonesia-translation">kanji</a> Jepang tidaklah begitu susah kalau kita sering berlatih menggunakannya. Berikut ini dasar-dasar mempelajari huruf kanji yaitu :</p>
<p style="text-align: justify;">1. <strong>Bushu</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Huruf kanji terbentuk dari beberapa garis atau coretan yang membentuk bagian-bagian kanji, lalu bagian-bagian tersebut pada akhirnya membentuk huruf kanji secara utuh. <a title="japanese symbols" href="http://indojapanese.com/japanese-symbols">Bushu </a>adalah istilah yang berkenaan dengan bagian-bagian yang ada pada sebuah huruf kanji yang dapat dijadikan suatu dasar untuk pengklasifikasian huruf kanji.</p>
<p style="text-align: justify;">Hal ini akan memudahkan kita ketika mencari arti suatu kanji pada sebuah <a title="japanese dictionary" href="http://indojapanese.com/japanese-dictionary">kamus</a>. Karena biasanya kamus kanji selalu dilengkapi dengan daftar bushu untuk mempermudah cara pemakaiannya.</p>
<p style="text-align: justify;">2.<strong> Kakusuu</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><a title="japanese symbols" href="http://indojapanese.com/japanese-symbols">Kakusuu</a> adalah jumlah garis atau coretan yng membentuk huruf kanji, garis-garis atau coretan-coretan yang membentuk huruf kanji ini biasanya dihitung. Jumlah garis atau coretan yang membentuk kanji sangat beragam, ada kanji yang sederhana yang terbentuk dari garis atau coretan yang sedikit, namun ada juga kanji rumit yang memiliki jumlah garis atau coretan cukup banyak.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk mengetahui jumlah garis atau coretan kanji pertama-tama kita harus mengetahui garis atau coretan yang sering dipakai dalam penulisan kanji. Kakusuu pun dapat dipakai untuk mencari arti kanji yang ada pada sebuah <a title="japanese dictionary" href="http://indojapanese.com/japanese-dictionary">kamus</a> kanji.</p>
<p style="text-align: justify;">3. <strong>Hitsujun</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><a title="japanese symbols" href="http://indojapanese.com/japanese-symbols">Hitsujun</a> adalah urutan penulisan garis-garis atau coretan pada saat menulis kanji. Penulisan huruf kanji ini harus berurutan dengan benar. Penulisan kanji dengan garis atau coretan tidak dilakukan secara sembarang tetapi ada tata caranya.Pertama-tama kita harus menulis coretan bagian atas dulu lalu bagian tengah dan yang terahir barulah menulis coretan bagian bawah.</p>
<p style="text-align: justify;">Istilah hitsujun ini tidak saja berlaku bagi penulisan kanji saja tetapi juga berlaku bagi penulisa huruf hiragana dan katakana. Dalam prakteknya hitsujun ini akan sangat membantu untuk menghafal huruf kanji satu demi satu secara tepat.</p>
<p style="text-align: justify;">4. <strong>Rikusho</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><a title="japanese symbols" href="http://indojapanese.com/japanese-symbols">Rikusho</a> adalah bahasan tentang asal-usul sebuah kanji dilihat dari segi pembentukan serta pemakaiannya. Ada huruf kanji yang dibuat dengan cara meniru atau menggambarkan bentuk sebuah benda misalnya kanji yama “gunung, kanji kawa “sungai” dan lain sebagainya.</p>
<p style="text-align: justify;">5.<strong> On’Yomi dan Kun’yomi</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><a title="japanese symbols" href="http://indojapanese.com/japanese-symbols">On’yomi</a> adalah pembacaan kanji dengan cara meniru pengucapannya dalam bahasa China jaman dulu sedangkan <a title="japanese symbols" href="http://indojapanese.com/japanese-symbols">kun’yomi</a> adalah pembacaan kanji dengan cara menetapkan bahasa jepang sebagai cara membaca kanji. Di dalam kamus kanji biasanya on’yomi ditulis dengan huruf katakana, sedangkan kun’yomi ditulis dengan huruf hiragana.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indojapanese.com/kanji-japanese/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Japanese Traditional</title>
		<link>http://indojapanese.com/japanese-traditional/</link>
		<comments>http://indojapanese.com/japanese-traditional/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 23:00:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Japan]]></category>
		<category><![CDATA[about traditional japanese]]></category>
		<category><![CDATA[japanese traditional]]></category>
		<category><![CDATA[japanese traditional culture]]></category>
		<category><![CDATA[japanese traditional stories]]></category>
		<category><![CDATA[traditional japanese literature]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indojapanese.com/?p=48</guid>
		<description><![CDATA[
 

Festival Jepang
 
By Arief
 
 
Seputar Bulan Januari
 
Tahun Baru 1 – 3 Januari
Hari Gantang tanggal 1 Januari biasanya dilewatkan bersama keluarga, dan berziarah ke vihara atau kuil untuk mendoakan kesehatan dan keberuntungan keluarga. Terutama kuil Meiji Jinggu di Tokyo dan kuil Shinshoji di Naritasan, banyak dikunjungi pengunjung yang datang untuk berdoa bersama setelah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> <w:UseFELayout /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--><!--[if !mso]><span class="mceItemObject"   classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id=ieooui></span></p>
<p><mce:style><!  st1\:*{behavior:url(#ieooui) } --></p>
<p><!--[endif]--> <!--[if gte mso 10]></p>
<p><mce:style><!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} --></p>
<p><!--[endif]--></p>
<h1 style="text-align: center;"><span style="color: #ff0000;"><strong><a href="http://indojapanese.com/japanese-traditional"><img class="alignleft size-medium wp-image-498" title="japanese traditional" src="http://indojapanese.com/wp-content/uploads/2009/08/japanese-traditional-300x225.jpg" alt="japanese traditional" width="284" height="210" /></a>Festival Jepang</strong></span></h1>
<p align="center"><strong> </strong></p>
<p>By<a title="about us" href="http://indojapanese.com/about-us"><strong> Arief</strong></a></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><a title="japanese indonesia dictionary" href="http://indojapanese.com/japanese-indonesia-dictionary"><strong>Seputar Bulan Januari</strong></a></p>
<p align="center"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Tahun Baru</strong><strong> 1 – 3 Januari</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Hari Gantang tanggal 1 Januari biasanya dilewatkan bersama keluarga, dan berziarah ke vihara atau kuil untuk mendoakan kesehatan dan keberuntungan keluarga. Terutama kuil <strong>Meiji Jinggu</strong> di Tokyo dan kuil <strong>Shinshoji </strong>di <strong>Naritasan</strong>, banyak dikunjungi pengunjung yang datang untuk berdoa bersama setelah lewat tengah malam.</p>
<p style="text-align: justify;">Mimpi yang didapatkan pada tanggal 1 Januari malam disebut sebagai <strong>Hatsuyume</strong>. Ada orang-orang yang meramalkan keberuntungan dan kemalangannya selama setahun itu berdasarkan mimpi di hari pertama ini. Menentukan tujuan hidup di tahun ini, dapat melewatkan setahun ini dengan selamat, atau memutuskan untuk melewatkan kehidupan sehari-hari di jalan yang benar, semuanya bisa dimungkinkan karena adanya perasaan baru.</p>
<p style="text-align: justify;">Kegiataan lain adalah membaca kartu Tahun Baru yang dikirimkan oleh handai taulan, dan saling berkirim kabar tentang kabar terakhir. Ucapan salam selamat Tahun Baru adalah <strong>Shinnen Akemashite Omedetou Gozaimasu</strong>.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Omochi</strong> (kue ketan) termasuk makanan tahun baru. <strong>Omochi</strong> ini dimakan sebagai pengganti nasi. Sebagai masakan tradisi tahun baru adalah <strong>Osechi Ryouri.</strong> Bahan –bahan yang dipakai untuk <strong>Osechi Ryouri</strong> adalah bahan yang dipercayai mengandung arti untuk upacara selamatan atau menolak bala, misalnya untuk doa kemakmuran keluarga dipakai <strong>Kazunoko.</strong> <strong>Osechi Ryouri</strong> dimasak sebelum tahun baru, dan dinikmati pada hari tahun baru, sambil meminum <strong>Otosu</strong> (minuman keras osake).</p>
<p style="text-align: justify;">Di Jepang tahun baru boleh dikatakan saat untuk bersantai. Ada yang mengatakan bahwa ini merupakan saat dimana udara Tokyo menjadi paling bersih karena hampir semua perusahaan meliburkan karyawannya.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Nanakusa </strong><strong>7 Januari</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Setelah Tahun Baru lewat dan saatnya kembali ke kehidupan rutin, tibanya saat <strong>Nanakusa</strong>. Makan bubur yang dicampur dengan 7 macam rumput, agar bisa melewati musim dingin ini dengan selamat. Ini merupakan makanan sederhana yang cocok untuk perut yang telah dipenuhi dengan berbagai makanan Tahun Baru.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="text-decoration: underline;"> </span></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Seijin No Hi </strong><strong>8 Januari</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Di Jepang, usia 20 tahun dinyatakan dewasa secara resmi. Kaum muda yang akan berusia 20 tahun akan diijinkan untuk minum alkohol dan merokok atas tanggung jawab sendiri. Dengan diakuinya menjadi dewasa, maka secara hukum juga tanggung jawabnya akan disamakan sebagai orang dewasa. Kaum muda yang berusia 20 tahun akan menghadiri upacara yang diselenggarakan di setiap daerah. Para gadis akan mengenakan <strong>Kimono</strong> berlengan panjang untuk merayakan hari ini dan berpotret di studio foto.<strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><a title="japanese indonesia dictionary" href="http://indojapanese.com/japanese-indonesia-dictionary">Seputar Bulan Maret</a><br />
</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Hina Matsuri (Festival Boneka Hina</strong><strong>) 3 Maret</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Perayaan atau festival untuk anak perempuan. Di rumah-rumah  dipajang boneka <strong>Hina</strong> di tempat pajangan yang bertingkat-tingkat. Perayaannya dilakukan di rumah dengan memakan <strong>Sakuramochi</strong> (kue ketan halus berisi kacang merah halus yang dibungkus dengan daun sakura), <strong>Hishimochi </strong>(kue ketan berbentuk jajaran genjang), dan minum <strong>Shirozake</strong> yang terbuat dari ragi beras dan sake.</p>
<p style="text-align: justify;">Satu set boneka Hina terdiri dari raja dan permaisuri yang memakai pakaian kerajaan zaman dahulu, 3 orang dayang-dayang, dan 5 orang pemain musik. Karena saatnya bersamaan dengan saat mekarnya bunga <strong>Momo</strong> dan <strong>Nano Hana</strong>, maka bunga-bunga itu sering kali dipakai untuk hiasan di rak boneka hina.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Shinbun no Hi (Hari Perbatasan Musim Semi</strong><strong>)  21 Maret</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Hari ini panjang siang dan malam hampir sama lamanya. Dalam agama Budha pun, hari ini merupakan hari pertengahan<strong> Higan</strong>, yaitu hari untuk berziarah ke makam leluhur. Berbagai persembahan seperti, bunga, air, makanan dan lain-lain. Dipersembahkan ke kuburan. Setiap rumah  membuat <strong>Ohagi</strong> (kue ketan berisi kacang merah halus) untuk dimakan pada hari ini.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Sotsugyou Shiki (Upacara Lulus Sekolah</strong><strong>) 20 Maret</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Dari SD sampai Universitas menyelenggarakan upacara lulus sekolah pada sekitar waktu ini. Ada pula universitas yang menyelenggarakan pesta berterima kasih kepada senior dan guru-gurunya. Setelah upacara lulus sekolah selesai. Inilah musim di mana banyak terlihat gadis-gadis berpakaian <strong>Kimono</strong> warna warni di jalanan. Sekolah – sekolah liburan musim semi sampai tahun ajaran baru dimulai.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Musim Hanami (Menikmati Pemandangan Bunga Mekar)</strong> <strong>Akhir Maret sampai Awal April</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Di musim semi, ini merupakan perayaan yang paling meriah di mana orang-orang bepergian untuk melihat bunga-bunga, terutama <strong>Sakura </strong>yang sedang mekar, lalu makan minum sambil menikmatinya. Sejak zaman dahulu, <strong>Hanami </strong>merupakan tema yang penting dalam sastra, tarian kesenian Jepang. Radio dan televisi secara teratur menyiarkan prakiraan mekarnya bunga Sakura di masing-masing tempat. Tempat yang terkenal dengan keindahan bunga sakuranya adalah <strong>Yoshinoyama</strong> di Provinsi <strong>Nara</strong> dan <strong>Ueno</strong> di Tokyo<strong>,</strong> tetapi di sekeliling tembok benteng istana, bahkan di taman-taman tiap daerah juga banyak yang ditanami pohon Sakura besar, sehingga kita bisa menikmati keindahan bunga Sakura ini di setiap daerah.</p>
<p style="text-align: justify;">Bunga <strong>Sakura</strong> ini akan mulai berguguran setelah mekar dalam waktu sekitar 2 minggu, sehingga orang Jepang dengan kasih sayang ,menganggapnya sebagai “suatu jiwa keindahan singkat sang bunga”. Setelah bunga Sakura berguguran, mulailah keluar daunnya, inilah keunikan bunga Sakura.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><a title="japanese indonesia dictionary" href="http://indojapanese.com/japanese-indonesia-dictionary"><strong>Seputar Bulan Mei</strong></a></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Hari Undang-Undang Dasar  (Hari Libur Nasional</strong><strong> ) 3 Mei</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Dirayakan untuk memperingati dimulainya pemakaian UUD Jepang tahun 1947</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Hari Anak-Anak (Hari Libur Nasional</strong><strong>) 5 Mei</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Ditetapkan untuk merayakan kebahagiaan dan kesehatan anak-anak. Zaman dahulu hari ini disebut sebagai <strong>Tango No Sekku</strong>. Boneka-boneka yang melambangkan kepahlawanan dipajang dan bendera ikan <strong>Koi</strong> pun dikibarkan. Ikan Koi diambil sebagai lambang anak laki-laki karena keberanian dan kekuatannya untuk melompat ke atas air terjun. Ribuan bendera ikan Koi<strong> </strong>yang dikibarkan di sungai <strong>Sagami</strong> di Provinsi <strong>Kanagawa</strong>, merupakan pusat kekaguman orang-orang.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Golden Week</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Dimulai dari tanggal 29 April, yaitu hari kehijauan, sampai tanggal 7 Mei, oleh karena banyaknya libur, maka ada perusahaan yang meliburkan kegiatannya secara berurutan. Dalam setahun saat ini merupakan minggu yang paling banyak hari besarnya, maka disebut <strong>Golden Week</strong>. Banyak pula orang-orang yang berpergian ke luar negeri pada saat ini.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><a title="japanese indonesia dictionary" href="http://indojapanese.com/japanese-indonesia-dictionary">Seputar Bulan Juni</a><br />
</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Tsuyu Iri (Memasuki Musim Hujan</strong><strong>) Pertengahan Juni</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Pada bulan Mei , musim hujan mulai memasuki daerah <strong>Okinawa</strong>, yang kemudian dari barat, musim hujan pun tiba, sedikit demi sedikit. Musim hujan ini terus berlanjut sampai Juli, dengan kelembaban yang tinggi, menyebabkan makanan menjadi cepat basi dan dinding kamar berjamur. Untuk itu, kita harus menaruh perhatian terutama pada pertukaran udara, proses memasak makanan, dan penyimpanannya. Ketika udara cerah, sebainya peralatan tidur dijemur untuk menghindari kelembaban. Ini merupakan musim di mana kita harus lebih hat-hati dalam menjaga kesehatan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Chichi no Hi  (Hari Ayah</strong><strong>) 17 Juni</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Apabila di bulan Mei ada hari Ibu, maka di bulan Juni hari minggu ke-3 adalah Hari Ayah. Hari yang seharusnya dirayakan untuk mengungkapkan perasaan syukur kepada ayah karena segala jasanya dalam kehidupan sehari-hari. Namun terasa agak aneh ketika hanya pada hari ini saja sang ayah diperhatikan oleh anak-anaknya, sementara perasaanya memudar dalam kehidupan sehari-hari.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><a title="japanese indonesia dictionary" href="http://indojapanese.com/japanese-indonesia-dictionary"><strong>Seputar Bulan Juli</strong></a></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Membuka Tirai Laut dan Gunung</strong> <strong>1 Juli</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Ijin berenang ke laut di musim panas sudah di buka, sekitar tanggal 20 Juli, bersamaan dengan berakhirnya musim hujan, orang-orangpun bepergian ke laut untuk berenang. Mulai sekitar tanggal 20 Juli, SD, SMP, dan SMU memasuki liburan musim panas. Pendakian ke gunung Fuji juga dibuka, menandakan tibanya musim mendaki gunung di musim panas.</p>
<p style="text-align: justify;">Gunung Fuji, dimana setiap orang bermimpi untuk mendaki gunung Fuji paling tidak hanya sekali dalam seumur hidup, gunung <strong>Fuji</strong> merupakan gunung tertinggi di Jepang (3776 meter). Gunung Fuji terkenal di dunia sebagai simbol Negara Jepang. Musim mendaki gunung Fuji yaitu mulai tanggal 1 Juli sampai 31 Agustus, setiap harinya puluhan ribu orang ramai mendaki gunung Fuji.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Festival Tanabata<span style="text-decoration: underline;"> </span></strong><strong>7 Juli</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Festival ini merupakan kebiasaan yang berasal dari legenda Tiongkok, dimana bintang pengembala dan bintang penenun akan bertemu sekali setahun di <strong>Amanogawa</strong> (gugusan Bima Sakti). Anak-anak menggantungkan kertas warna warni bertulisan permohonannya di atas ranting pohon bambu.</p>
<p style="text-align: justify;">Dahulu di Jepang, orang-orang berpakaian <strong>Yukata</strong> setelah selesai mandi. Tetapi bersamaan dengan perubahan perilaku kehidupan masyarakat, semakin jarang terlihat orang-orang yang berpakaian Yukata di musim panas. Walaupun akhir-akhir ini, di kalangan muda mudi Yukata mulai digemari lagi sebagai sebuah trend fashion.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Obon<span style="text-decoration: underline;"> </span></strong><strong>13-15 Juli</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Obon</strong> adalah sebuah upacara agama Budha yang bertujuan untuk bersembahyang kepada arwah leluhur, biasanya dilakukan pada bulan Juli.</p>
<p style="text-align: justify;">Di daerah tertentu, ada juga yang menyelenggarakan pada bulan Agustus. Di depan altar dibuat sebuah meja persembahan , lalu mengundang pendeta untuk bersembahyang di rumah. Untuk persiapan menyambut arwah leluhur ini, kuburan dibersihkan sebagai pembuka jalan bagi arwah para leluhur ke rumah.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebagai kendaraannya, dibuat boneka berbentuk sapi atau kuda yang terbuat dari jerami, kadang-kadang sapi dan kuda ini dibuat dari sayuran seperti terong atau timun.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada tanggal 13 Juli api unggun dinyalakan di pintu gerbang sebagai penyambutan, dan pada tanggal 16 Juli api kembali dinyalakan sebagai pengantaran. Api ini dimaksudkan sebagai penerang jalan bagi arwah leluhur dari kuburan sampai ke rumah dan sebaliknya. Obon dan tahun baru merupakan peristiwa yang paling penting di antara berbagai upacara tahunan di Jepang<strong>.</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Musim Ochugen (Hadiah Musim Panas)</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Sebelum <strong>Obon</strong> ada kebiasaan mengirim hadiah kepada orang-orang yang telah membantu kita sebagi ucapan syukur dan terima kasih atas bantuannya. Misalnya kepada guru yang telah mengajar anak-anak, atasan di kantor, orang tua dan lain-lain. Hadiah seperti ini juga dikirim pada musim dingin. Hadiah-hadiah yang popular adalah yang seharga sekitar 4.000 yen, misalnya makanan yang sedang musimnya.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Hari Samudra</strong><strong> 20 Juli</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Sebuah hari untuk mensyukuri karunia hasil laut dan mendoakan kemakmuran Jepang yang merupakan negeri maritim.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><a title="japanese indonesia dictionary" href="http://indojapanese.com/japanese-indonesia-dictionary"><strong>Seputar Bulan Desember</strong></a></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Maraknya Penjualan di Akhir Tahun</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Inilah masa-masa puncak penjualan dalam setahun. Para karyawan mendapatkan bonus musim dinginnya. Dengan adanya sumber dana itu, ada pula orang yang membeli benda-benda baru seperti mobil, computer dll. Dengan target orang-orang ini toko-toko mengetengahkan tulisan SALE-nya berusaha untuk mendapatkan pembeli. Juga inilah masanya kita mengirimkan hadiah musim dingin <strong>Oseibo</strong> yang disertai perasaan syukur dan terima kasih kepada para handai taulan yang telah membantu kita. Rata-rata hadiah Oseibo favorit adalah seharga 5000 Yen.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Touji (Batas Musim Dingin di Kalender)</strong><strong> 21 Desember</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Ini merupakan har siangnya terpendek dan malamnya terpanjang dalam setahun. Di Tokyo, matahari akan terbit pada pukul 6.47 dan tenggelam pada pukul 16.32. Ada kepercayaan bahwa seandainya kita mandi berendam di air panas yang berisi jeruk <strong>Yuzu</strong> dan makan labu kuning, maka kita akan menjadi sehat tanpa terkena masuk angin. Hari <strong>Touji</strong> ini merupakan pembatas di mana setelah itu siang hari sedikit demi sedikit akan menjadi panjang.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Hari Natal</strong><strong> 25 Desember</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Di Jepang perayaan Natal tidak hanya sebagai suatu perayaan agama Kristen saja, melainkan juga di rayakan oleh orang-orang yang tidak beragama Kristen sebagai suatu event. Bagi anak-anak, ini merupakan hari untuk mendapatkan hadiah dari Santa Klaus. Sementara bagi kaum muda, hari ini merupakan hari bergembira ria dengan menyelenggarakan pesta Natal.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Nenmatsu dan Toshikoshi (Akhir Tahun dan Melintasi Tahun Baru)</strong><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Tahun Baru dirayakan mulai dari tanggal 1 Januari sampai tanggal 3 Januari. Semua kantor pemerintahan dan hampir semua perusahaan libur pada saat ini. Ada pula perusahaan yang libur sejak tanggal 29 Desember. Persiapan untuk menyambut tahun baru ini di mulai dengan pembersihan besar-besaran. Di dalam rumah semua dibersihkan, di pintu depan ditaruh hiasan tahun baru <strong>Shimenawa</strong> untuk mencegah masuknya sang bala.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain itu untuk menyambut datangnya sang dewa yang membawa rezeki, dipajang pula <strong>Kadomatsu</strong> (hiasan yang terdiri dari 3 potong bambu). Persembahan seperti <strong>Kagami Mochi</strong> (kue ketan yang berbentuk bundar), sake,bunga dll dipersembahkan di meja altar.</p>
<p style="text-align: justify;">Di malam sebelum tahun baru yang disebut <strong>Omisoka</strong>, banyak orang yang mengunjungi kuil. Dengan penuh perhatian mereka mendengarkan bunyi lonceng <strong>Jyoya No Kane</strong>, yang konon adalah untuk menghalau 108 nafsu duniawi yang ada pada diri manusia.</p>
<p style="text-align: justify;">Di malam <strong>Omisoka</strong> ini, ada pula tradisi makan mi <strong>Toshikoshi Soba</strong>, untuk memohon agar sekeluarga mendapatkan kebahagiaan yang berlanjut dan panjang seperti <strong>Soba</strong>. Sementara itu banyak pula orang-orang yang merayakan tahun barunya di luar rumah dengan ikut tour main ski atau keluar negeri menggunakan liburan akhir tahun awal tahunnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial;"> </span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indojapanese.com/japanese-traditional/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>About Japan</title>
		<link>http://indojapanese.com/about-japan/</link>
		<comments>http://indojapanese.com/about-japan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Nov 2009 23:00:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[About Japan]]></category>
		<category><![CDATA[about japanese]]></category>
		<category><![CDATA[about japanese culture]]></category>
		<category><![CDATA[about japanese language]]></category>
		<category><![CDATA[history about japanese]]></category>
		<category><![CDATA[learn about japanese]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indojapanese.com/?p=262</guid>
		<description><![CDATA[Sepintas Tentang Jepang
By Arief
Jepang terletak di lepas pantai timur benua Asia, kepulauan Jepang berbentuk lengkungan dari utara ke barat dengan panjang 3.800 km yang tersusun dari sekitar 4000 buah pulau besar dan kecil. Pulau utamanya yaitu Hokkaido, Honshu, Shikoku dan Kyushu. Tokyo sebagai ibukota yang berada di pulau Honshu.
Karena Jepang terletak di zona sedang maka [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1><span style="color: #ff0000;"><a href="http://indojapanese.com/about-japan"><img class="alignleft size-medium wp-image-293" title="about japan" src="http://indojapanese.com/wp-content/uploads/2009/07/about-japan-281x300.gif" alt="about japan" width="255" height="275" /></a>Sepintas Tentang Jepang</span></h1>
<p>By<a title="about us" href="http://indojapanese.com/about-us"> <strong>Arief</strong></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a title="japanese translator" href="http://indojapanese.com/japanese-translator">Jepang</a> terletak di lepas pantai timur benua Asia, kepulauan Jepang berbentuk lengkungan dari utara ke barat dengan panjang 3.800 km yang tersusun dari sekitar 4000 buah pulau besar dan kecil. Pulau utamanya yaitu <strong>Hokkaido</strong>, <strong>Honshu</strong>, <strong>Shikoku </strong>dan <strong>Kyushu. </strong>Tokyo sebagai ibukota yang berada di pulau Honshu.</p>
<p style="text-align: justify;">Karena <a title="japanese translator" href="http://indojapanese.com/japanese-translator">Jepang</a> terletak di zona sedang maka mengalami perubahan empat musim yaitu musim semi (Maret, April, Mei), musim panas (Juni, Juli, Agustus), musim gugur (September, Oktober, November) dan musim salju (Desember, Januari, Februari). Semakin ke utara musim salju akan terasa kian panjang dan sebaliknya. Kaya akan gunung berapi karenanya sering dilanda gempa, serta dikelilingi  laut yang dalam.</p>
<p style="text-align: justify;">Sempitnya tanah yang bisa dimanfaatkan serta miskin sumber daya alam yang tidak memungkinkan <a title="japanese translator" href="http://indojapanese.com/japanese-translator">Jepang</a> untuk memilih sebagai negara pertanian. Pilihan menjadi negara industri merupakan suatu keharusan dan hal ini sudah direncanakan sebelumnya pada jaman <strong>Meiji</strong> (1868-1912). Kelangsungan hidup negara Jepang tergantung dari penciptaan teknologi tinggi serta kepiawaiannya dalam menjual barang ke seluruh pelosok dunia.</p>
<p style="text-align: justify;">Pekerja-pekerja yang tahan banting telah mewujudkan mewujudkan impian bangsa ini menjadi negara industri yang sejajar dengan negara maju di dunia. Sifat homogenitas yang tinggi dari masyarakat ini pula menyumbang kepada penyatuan ide-ide dalam melaksanakan rencana besar yang sudah dirancang.</p>
<p style="text-align: justify;"><a title="japanese translator" href="http://indojapanese.com/japanese-translator">Jepang</a> merupakan serpihan dari benua Asia yang memiliki sejarah yang panjang. Kebudayaan tradisional hidup dengan subur selama lebih dari 2000 tahun. Sekarang ini masih bisa dilihat peningggalan-peninggalan tua yang berumur ratusan tahun berupa biara, kuil, benteng. Penemuan ini menunjukkan bagaimana kehidupan masyarakatnya pada waktu 10.000 tahun yang lalu.</p>
<p style="text-align: justify;">Kebanyakan masyarakat negara <a title="japanese translator" href="http://indojapanese.com/japanese-translator">Jepang</a> ini masih menganut animisme yang merupakan cerminan dari ajaran <strong>Shinto</strong>. Sementara itu ajaran Budha yang diperkenalkan secara resmi pada abad ke 6 telah memperkaya kepercayaan mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam menjalankan kehidupan beragama mereka lebih menekankan kondisi serta aspek praktisnya daripada inti religinya. Dengan kata lain banyak dari mereka mempunyai keyakinan lebih dari satu.</p>
<p style="text-align: justify;">Kejahatan di <a title="japanese translator" href="http://indojapanese.com/japanese-translator">Jepang</a> relatif rendah dan sering disebut negara paling aman di dunia. Masyarakat modern dan tradisional ini sangat menghargai nilai-nilai hidup yang diwarisi dari nenek moyangnya. Orang Jepang selalu menempatkan harmoni dalam pergaulan, hal-hal yang dapat menimbulkan konfrontasi selalu dihindarkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Mereka sangat efisien dalam hal memanfaatkan waktu sehingga tidak ada waktu berleha-leha, janjipun selalu ditepati pada umumnya. Membungkuk merupakan suatu kebiasaan dalam masyarakat <a title="japanese translator" href="http://indojapanese.com/japanese-translator">Jepang </a>yang pada umumnya dilakukan ketika berjumpa, berpisah, dan lain sebagainya</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indojapanese.com/about-japan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nihongo</title>
		<link>http://indojapanese.com/nihongo/</link>
		<comments>http://indojapanese.com/nihongo/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Oct 2009 23:00:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Japanese Language]]></category>
		<category><![CDATA[japan nihongo]]></category>
		<category><![CDATA[nihongo]]></category>
		<category><![CDATA[nihongo japanese]]></category>
		<category><![CDATA[nihongo language]]></category>
		<category><![CDATA[nihongo review]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indojapanese.com/?p=60</guid>
		<description><![CDATA[


Nihongo dan Kokugo
By Arief
Istilah bahasa Jepang di dalam bahasa Jepang disebut Nihongo, tetapi ada juga yang menyebutnya Kokugo. Walaupun bahasa yang dimaksud sama namun diantara kedua istilah Nihongo dan Kokugo ini terdapat perbedaan.
 
Kokugo adalah bahasa yang dijadikan bahasa yang umum di suatu negara, bahasa resmi negara tersebut, bahasa nasional, Sedangkan Nihongo adalah bahasa bangsa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> <w:UseFELayout /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--></p>
<p><!--[if gte mso 10]></p>
<p><mce:style><!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} --></p>
<p><!--[endif]--></p>
<h1 class="MsoNormal" style="text-align: center;"><span style="color: #ff0000;"><strong>Nihongo dan Kokugo</strong></span></h1>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">By<a title="about us" href="http://indojapanese.com/about-us"><strong> Arief</strong></a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial;">Istilah bahasa Jepang di dalam bahasa Jepang disebut <a title="japanese indonesia dictionary" href="http://indojapanese.com/japanese-indonesia-dictionary"><strong>Nihongo</strong></a>, tetapi ada juga yang menyebutnya <strong>Kokugo</strong>. Walaupun bahasa yang dimaksud sama namun diantara kedua istilah <strong>Nihongo</strong> dan <strong>Kokugo</strong> ini terdapat perbedaan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span style="font-family: Arial;">Kokugo</span></strong><span style="font-family: Arial;"> adalah bahasa yang dijadikan bahasa yang umum di suatu negara, bahasa resmi negara tersebut, bahasa nasional, Sedangkan <a title="japanese indonesia dictionary" href="http://indojapanese.com/japanese-indonesia-dictionary"><strong>Nihongo</strong></a> adalah bahasa bangsa Jepang, bahasa nasional negara Jepang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial;">Dengan melihat pengertian diatas jelas sekali bahwa <strong>Kokugo</strong> adalah bahasa resmi warga negara Jepang yang lahir dan hidup di suatu negara yang sama. Istilah <strong>Kokugo</strong> sering dipakai oleh orang Jepang untuk menyatakan bahasanya sendiri sebagai bahasa ibu. Istilah ini tidak hanya berarti bahasa nasional, namun sering digunakan sebagai artian yang sama dengan <a title="japanese indonesia dictionary" href="http://indojapanese.com/japanese-indonesia-dictionary"><strong>Nihongo</strong></a>.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial;">Berbeda dengan istilah<strong> Kokugo</strong>, istilah <a title="japanese indonesia dictionary" href="http://indojapanese.com/japanese-indonesia-dictionary"><strong>Nihongo</strong></a> dapat diartikan sebagai bahasa yang dipakai oleh bangsa Jepang yang membedakan bahasa Jepang dengan bahasa-bahasa asing lainnya di dunia. Dengan kata lain <strong>Nihongo</strong> adalah bahasa Jepang yang dipakai sebagai bahasa asing atau sebagai bahasa kedua. Walaupun yang dimaksud <strong>Kokugo</strong> dan <strong>Nihongo</strong> adalah bahasa yang sama namun terdapat perbedaan dalam pemakaian kedua istilah tersebut. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial;">Sebagai contoh misalnya istilah yang dipakai dalam bidang pendidikan bahasa Jepang semuanya memakai istilah <a title="japanese indonesia dictionary" href="http://indojapanese.com/japanese-indonesia-dictionary"><strong>Nihongo</strong></a> bukan <strong>Kokugo</strong>. Untuk nama program atau jurusan bahasa Jepang di perguruan tinggi antara lain <em>Nihongo Gakka</em>, <em>Nihongo Puroguramu</em>, <em>Nihongo Kyooiku Gakka</em>, atau <em>Nihongo Kyooiku Puroguramu</em>. Begitu juga nama-nama kursus bahasa Jepang, semuanya memakai istilah <strong>Nihongo</strong> seperti <em>Nihongo Bunka Gakuin</em>, <em>Nihongo Nihon Bunka Sentaa</em>, <em>Nihongo Gakkoo</em>, <em>Nihongo Koosu</em>. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial;">Hal ini dapat dipahami mengingat bidang yang diajarkan adalah bahasa Jepang sebagai bahasa asing dan siswa atau mahasisiwa yang ada di dalamnya adalah para pelajar yang sedang mempelajari bahasa Jepang sebagai bahasa asing.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial;">Sekarang ini orang Jepang pada umunya memakai istilah <strong>Kokugo </strong>kepada lawan bicara orang Jepang, sedangkan kepada lawan bicara orang asing memakai istilah <a title="japanese indonesia dictionary" href="http://indojapanese.com/japanese-indonesia-dictionary"><strong>Nihongo</strong></a>.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial;"> </span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indojapanese.com/nihongo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Useful Japanese</title>
		<link>http://indojapanese.com/useful-japanese/</link>
		<comments>http://indojapanese.com/useful-japanese/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Oct 2009 23:00:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Conversation]]></category>
		<category><![CDATA[useful japanese]]></category>
		<category><![CDATA[useful japanese phrase]]></category>
		<category><![CDATA[useful japanese phrases]]></category>
		<category><![CDATA[useful japanese sayings]]></category>
		<category><![CDATA[useful japanese words]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indojapanese.com/?p=56</guid>
		<description><![CDATA[
 Getting Along in Japanese
By Arief
KAIMONO
Ariefu : Sumimasen, kore, ikura desuka?
Ten’in : Aa, mikan ne. Mikan wa hitotsu hyaku en.
Ariefu :  Jaa, futatsu kudasai. Sorekara, are kudasai.
Ten’in : E, dore?
Ariefu : Are. Apple.
Ten’in : Aa, ringo. Mikan nihyaku en, ringo hyaku en. Zenbu de sanbyaku en.
Ariefu : Anoo, “Apple” wa nihongo de nan desuka?
Ten’in : [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center">
<h2 style="text-align: center;"><strong> </strong><span style="color: #ff0000;"><strong>Getting Along in Japanese</strong></span></h2>
<p>By<a title="about us" href="http://indojapanese.com/about-us"> <strong>Arief</strong></a></p>
<p><strong><a title="japanese online" href="http://indojapanese.com/japanese-online">KAIMONO</a></strong></p>
<p>Ariefu : Sumimasen, kore, ikura desuka?</p>
<p>Ten’in : Aa, mikan ne. Mikan wa hitotsu hyaku en.</p>
<p>Ariefu :  Jaa, futatsu kudasai. Sorekara, are kudasai.</p>
<p>Ten’in : E, dore?</p>
<p>Ariefu : Are. <strong>Apple</strong>.</p>
<p>Ten’in : Aa, ringo. Mikan nihyaku en, ringo hyaku en. Zenbu de sanbyaku en.</p>
<p>Ariefu : Anoo, “<strong>Apple</strong>” wa nihongo de nan desuka?</p>
<p>Ten’in : Ringo.</p>
<p><a title="japanese online" href="http://indojapanese.com/japanese-online"><strong>SHOPPING</strong></a></p>
<p>Arief : Excuse me, how much are these?</p>
<p>Clerk : Oh, the oranges? They are a hundred yen each.</p>
<p>Arief : OK then, I’ll have two, and I’ll have that thing over there.</p>
<p>Clerk : Beg your pardon? Which thing?</p>
<p>Arief : That thing over there. The <strong>Apple.</strong></p>
<p>Clerk : Oh, the aplle. ¥ 200 for the oranges, ¥ 100 for an apple.</p>
<p>That’ll be ¥ 300 in all.</p>
<p>Arief : By the way, what is the word for the <strong>Apple</strong> in Japanese?</p>
<p>Clerk : Ringo.</p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">Cultural Information</span></strong></p>
<p>There is no particular need to reply to a clerk’s “irasshaimase” or “arigatoo gozaimashita”, but there are some people who say “doomo” when the clerk says “arigatoo gozaimashita”. Also some people say “gochisoosama deshita” ( thanks for the meal ) when leaving a restaurant.</p>
<p><a title="japanese online" href="http://indojapanese.com/japanese-online"><strong>YUUBINKYOKU</strong></a></p>
<p>1. <span style="text-decoration: underline;">Tegami o dasu</span></p>
<p>Arikku : Kore, kookuubin de onegai shimasu.</p>
<p>Kyoku’in : Hai, hyaku nijuu en ni narimasu.</p>
<p>Arikku : Dore gurai kakarimasu ka?</p>
<p>Kyoku’in : Isshuukan gurai desu.</p>
<p>Arikku : Soo desuka. Ja onegai shimasu.</p>
<p>2. <span style="text-decoration: underline;">Kozutsumi o dasu</span></p>
<p>Arikku : Sumimasen. Kore, kokubin de ikura desu ka ?</p>
<p>Kyoku’in : Hai, eeto, sanzen gohyaku en desu.</p>
<p>Arikku : Soo desu ka. Funabin de ikura desuka?</p>
<p>Kyoku’in : Sen gohyaku en desu.</p>
<p>Arikku : Funabin de, doregurai kakarimasu ka?</p>
<p>Kyoku’in : Ikkagetsu gurai desu.</p>
<p>Arikku : Soo desuka. Ja funabin de onegai shimasu.</p>
<p align="center">
<p><a title="japanese online" href="http://indojapanese.com/japanese-online"><strong>THE POST OFFICE</strong></a></p>
<p>1. <span style="text-decoration: underline;">Mailing a letter</span></p>
<p>Ariq : I’d like to send this by airmail please.</p>
<p>Postal Clerk : OK. That will be 120 yen.</p>
<p>Ariq : About how long will it take?</p>
<p>Postal Clerk : About one week.</p>
<p>Ariq : OK then.</p>
<p>2. <span style="text-decoration: underline;">Mailing a package</span></p>
<p>Ariq : Excuse me, how much would this be by airmail?</p>
<p>Postal Clerk : OK, tet’s see. That will be 3.500 yen.</p>
<p>Ariq : I see. How much would it be by sea mail?</p>
<p>Postal Clerk : 1.500 yen.</p>
<p>Ariq : How long would sea mail take ?</p>
<p>Postal Clerk : About one month.</p>
<p>Ariq : I see. OK then, I’d like to send it by sea mail please.</p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">Cultural Information</span></strong></p>
<p>You do not say “sayoonara” to the postal clerk. After you have asked a person whose job it is to serve you to do something for you, you say “(Ja) onegai shimasu” and then leave. Consequently, when you have handed over something for the postal clerk to post, you say “onegai shimasu”, but you do not say it when you have just bought some stamps.</p>
<p align="center">
<p><a title="japanese online" href="http://indojapanese.com/japanese-online"><strong>MICHI O KIKU</strong></a></p>
<p>1. <span style="text-decoration: underline;">Depaato de</span></p>
<p>Hadi : Sumimasen. Toire wa doko desu ka?</p>
<p>Uketsuke : Kochira o massugu ikaremasu to, erebeetaa ga gozaimasu.</p>
<p>Sochira no hidari ni gozaimasu.</p>
<p>Hadi : Massugu………</p>
<p>Uketsuke : Hai, massugu itte kudasai. Sochira ni, erebeetaa ga arimasu.</p>
<p>Hadi : Erebeetaa….</p>
<p>Uketsuke : Hai, erebeetaa no hidari desu.</p>
<p>2. <span style="text-decoration: underline;">Kooban de kiku</span></p>
<p>Hadi : Sumimasen. Koko ni ikitain desu ga….</p>
<p>Keikan : Eeto, koko desu. Asoko ni koosaten ga arimasu ne.</p>
<p>Ano koosaten o migi ni magatte, massugu itte, mittsu me no koosaten o hidari ni magatte….</p>
<p>Hadi : Anoo, sumimasen. Kaite kudasai.</p>
<p align="center">
<p><a title="japanese online" href="http://indojapanese.com/japanese-online"><strong>ASKING THE WAY</strong></a></p>
<p>1. <span style="text-decoration: underline;">In a department store</span></p>
<p>Hadi : Excuse me. Where is the restroom?</p>
<p>Info : If you go straight along here you’ll come to a lift.</p>
<p>The restroom is to its left.</p>
<p>Hadi : Straight along….</p>
<p>Info : Yes, go straight along here. Then you’ll come to a lift.</p>
<p>Hadi : A lift……</p>
<p>Info : Yes, the restroom’s its left.</p>
<p>2. <span style="text-decoration: underline;">At the police box</span></p>
<p>Hadi : Excuse me. I’d like to go here please…</p>
<p>Policeman : OK, let me see. We’re here. There’s an intersection over there, right? Turn right there, go straight, turn left at the third intersection, go straight….</p>
<p>Hadi : Um, I’m sorry. Would you write that down for me please?</p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">Cultural Information</span></strong></p>
<p>Policeman in police boxes will happily give you directions. It is a good idea to bring along a pen and some paper for them to write on. If you do not understand the explanation, do not stand there listening carefully to the whole thing. Just try to understand the landmarks and directions in which you have to go and confirm the essential information by saying things like “Mittsume” desu ne? ( It’s the third one, isn’t it? ).</p>
<p><a title="japanese online" href="http://indojapanese.com/japanese-online"><strong>DENSHA, BASU NI NORU</strong></a></p>
<p>1. <span style="text-decoration: underline;">Eki no hoomu de</span></p>
<p>Anton : Anoo, sumimasen. Tsugi no densha wa, Yanagimoto ni tomarimasu ka?</p>
<p>Eki’in : Yanagimoto niwa tomarimasen.</p>
<p>Anton : A, soodesuka. Tomarimasen ka.</p>
<p>Eki’in : Ee. Kakueki-teesha ni notte kudasai.</p>
<p>2.<span style="text-decoration: underline;"> Basu no naka de</span></p>
<p>Widi : Anoo, sumimasen. Ima nante iimashita ka?</p>
<p>Kyaku : Shimin byooin-mae tte.</p>
<p>Widi : Supootsu sentaa wa mada desu ka?</p>
<p>Kyaku : Supootsu sentaa desuka. Eeto, mada desu.</p>
<p>Widi : A, soodesuka. Ja, sumimasen.</p>
<p>Supootsu sentaa de oshiete kudasai.</p>
<p>Kyaku : Ee, iidesuyo. Tsugi desuyo.</p>
<p>Widi : Arigatoo gozaimasu.</p>
<p align="center">
<p><a title="japanese online" href="http://indojapanese.com/japanese-online"><strong>TAKING THE TRAIN AND BUS</strong></a></p>
<p>1. <span style="text-decoration: underline;">On the platform at the station</span></p>
<p>Anton : Um, excuse me. Does the next train stop at Yanagimoto ?</p>
<p>Station employee : No, it doesn’t stop there.</p>
<p>Anton : Oh. I see. It doesn’t stop there.</p>
<p>Station Employee : No. Please take the local train.</p>
<p>2. <span style="text-decoration: underline;">In the bus</span></p>
<p>Widi : Um, excuse me. What did she just say ?</p>
<p>Passenger : “The Shimin Hospital stop”.</p>
<p>Widi : We haven’t got to the sports centre yet?</p>
<p>Passenger : The sport centre? No, not yet.</p>
<p>Widi : Oh. OK. Actually, would you mind letting me know when we get there?</p>
<p>Passenger : Sure….It’s the next stop.</p>
<p>Widi : Thanks.</p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">Cultural Information</span></strong></p>
<p>When you are buying a ticket at the vending machines in a station and you cannot read the characters written on the fare chart, you could ask someone neaby “ Sumimasen, [ place ] wa ikura desu ka “ ( Excuse me. How much is it to [ place ]? ) When you want to get off the train or bus and it is too crowded to get to the exit, let people around you know that you want to get off by saying “ Sumimasen” or “ Orimasu” ( I’m getting off!).</p>
<p align="center">
<p><a title="japanese online" href="http://indojapanese.com/japanese-online"><strong>GOMI O DASU</strong></a></p>
<p>Ira : Kore wa, koko ni dashite mo ii desuka?</p>
<p>Ooya : Eeto, korewa koko ni oite kudasai.</p>
<p>Ira : Hai.</p>
<p>Ooya : A, dame dame. Sore wa, kyoo wa dasanaide kudasai.</p>
<p>Ira : A, soo desu ka. Anoo, kore wa, doo shitara ii desuka?</p>
<p>Ooya : Sore wa moeru gomi ne. Moeru gomi wa, gessuikin.</p>
<p>Ira : A, sumimasen, ge…nan desu ka?</p>
<p>Ooya : Gessuikin. Getsuyoobi to suiyoobi to kinyoobi. Wakarimasu ka?</p>
<p>Ira : Haa, getsuyoobi to suiyoobi to kinyoobi desu ne?</p>
<p>Ooya : Ee. Ashita. Kinyoobi no asa, dashite kudasai.</p>
<p align="center">
<p><a title="japanese online" href="http://indojapanese.com/japanese-online"><strong>PUTTING OUT THE RUBBISH</strong></a></p>
<p>Ira : Can I put these out here?</p>
<p>Landlady : Let me see. Please put them here.</p>
<p>Ira : OK.</p>
<p>Landlady : Actually, no. You shouldn’t put that out today.</p>
<p>Ira : I sholdn’t Um, what should I do with it then?</p>
<p>Landlady : Well that is burnable rubbish, you see. Burnable rubbish goes out on <strong>GESSUIKIN</strong>.</p>
<p>Ira : Sorry?  What was that? <strong>Ge</strong>-something or other?</p>
<p>Landlady : <strong>GESSUIKIN</strong>. That’s an abbreviation for Monday, Wednesday and Friday. You see?</p>
<p>Ira : Yes. I get it. Monday, Wednesday, Friday.</p>
<p>Landlady : Yes tomorrow. Put it out on Friday morning.</p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">Cultural Information</span></strong></p>
<p>The rubbish is usually separated into burnable garbage, non-burnable garbage, recyclabes and oversize garbage and they are each put out on specific days. There are also towns where you have to use a certain type of garbage bag. The rules differ for this from town to town, so the best thing to do is ask someone in your neighbourhood for details, or get hold of a pamphlet from the city offices or the local neighbourhood association.</p>
<p align="center">
<p><a title="japanese online" href="http://indojapanese.com/japanese-online"><strong>KINJO NO HITO TO HANASU</strong></a></p>
<p>1. Kairanban o uketoru</p>
<p>Takeuchi : Tonari no Takeuchi desu. Hajimemashite.</p>
<p>Choonaikai no kairanban nan desu ga.</p>
<p>Agusu : Hajimemashite. Agusu desu.</p>
<p>Takeuchi : Doomo. Kore, kairanban desu. Agusu san wa, dochira kara.</p>
<p>Agusu : Indoneshia kara kimashita.</p>
<p>Takeuchi : Indoneshia desu ka…Okosan?</p>
<p>Agusu : Ie ie. Kodowa wa imasen.</p>
<p>2. <span style="text-decoration: underline;">Wakaranai kanji o kiku</span></p>
<p>Tina : Sumimasen, Kanji ga wakaranain desu ga.</p>
<p>Ogawa : A, korewa, teiden no oshirase desu.</p>
<p>Tina : Teeden ?</p>
<p>Ogawa : Ee, denki ga tomarimasu.</p>
<p>Kinyoobi no asa, juu-ji kara juuni-ji made.</p>
<p><a title="japanese online" href="http://indojapanese.com/japanese-online"><strong>TALKING TO THE NEIGHBOURS</strong></a></p>
<p>1. <span style="text-decoration: underline;">Getting the neigbourhood notices</span></p>
<p>Takeuchi : Hello. I’m Takeuchi from next door. I’d like to introduce myself. I have here the neighbourhood notices for you.</p>
<p>Agus : How do you do. I’m Agus</p>
<p>Takeuchi : Hi. These are the local notices. Where are you from?</p>
<p>Agus : I’m from Indonesia.</p>
<p>Takeuchi : From Indonesia?..Do you have children?</p>
<p>Agus : No. No. Children.</p>
<p>2. <span style="text-decoration: underline;">Asking about characters</span></p>
<p>Tina : Excuse me. I can’t read characters..</p>
<p>Ogawa : Ah. This is a notice about a teeden.</p>
<p>Tina : Teeden?</p>
<p>Ogawa : Yes. The electricity is going to be off. Friday morning from ten till twelve.</p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">Cultural Information</span></strong></p>
<p>When Japanese people meet people from overseas for the first time, they often ask about your family and where you are from. They sometimes also ask about your age, marital status and wheteher or not you have any children.</p>
<p>These questions are considered a friendly type of greeting used to show that they are interested in getting to know you and are not thought of as being rude by Japanese themselves.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indojapanese.com/useful-japanese/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
