<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Japanese Japan Indonesia Company Language Translation Dictionary Translator Translate Nihongo +62 856 2420 7275 &#187; About Japan</title>
	<atom:link href="http://indojapanese.com/category/about-japan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://indojapanese.com</link>
	<description>Japanese Japan Indonesia Company Language Translation Dictionary Translator Translate Nihongo Bahasa Jepang Interpreter Terjemahan Penterjemah Teknik Percakapan Kursus Perusahaan Course</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Sep 2010 09:04:19 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Summer Festival</title>
		<link>http://indojapanese.com/summer-festival/</link>
		<comments>http://indojapanese.com/summer-festival/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Aug 2010 15:18:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[About Japan]]></category>
		<category><![CDATA[festival]]></category>
		<category><![CDATA[festivals]]></category>
		<category><![CDATA[summer calendar]]></category>
		<category><![CDATA[summer festival]]></category>
		<category><![CDATA[summer festivals]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indojapanese.com/?p=703</guid>
		<description><![CDATA[Festival Musim Panas By: Arief Memasuki bulan Agustus, orang Jepang mulai bepergian untuk menyegarkan diri lahir dan batin. Caranya ada bermacam-macam, misalnya ada yang bepergian untuk berenang di laut, yang mengunjungi daerah sejuk, pulang ke kampung halaman dengan menggunakan cuti panjang, atau berwisata ke luar negeri. Bulan Agustus di mana hari-hari yang sangat panas dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2 style="text-align: justify;"><a href="http://indojapanese.com/wp-content/uploads/2010/08/Summer-Festival.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-706" title="Summer Festival" src="http://indojapanese.com/wp-content/uploads/2010/08/Summer-Festival-222x300.jpg" alt="" width="222" height="300" /></a><span style="color: #ff0000;">Festival Musim Panas</span></h2>
<p style="text-align: justify;">By: <a href="http://indojapanese.com/about-us"><strong>Arief</strong></a></p>
<p style="text-align: justify;">Memasuki bulan Agustus, orang Jepang mulai bepergian untuk menyegarkan diri lahir dan batin. Caranya ada bermacam-macam, misalnya ada yang bepergian untuk berenang di laut, yang mengunjungi daerah sejuk, pulang ke kampung halaman dengan menggunakan cuti panjang, atau berwisata ke luar negeri.</p>
<p style="text-align: justify;">Bulan Agustus di mana hari-hari yang sangat panas dengan temperatur tertinggi 35 derajat lebih pun terus berlanjut, ketika memasuki <a href="http://indojapanese.com/summer-festival"><strong>risshu</strong></a> (memasuki musim gugur sekitar tgl 7), udara mulai sejuk sedikit demi sedikit, dan kita mulai merasakan tibanya suasana musim gugur.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada saat-saat ini, di mana-mana diselenggarakan festival musim panas, yang ada hubungannya dengan penyambutan perayaan <a href="http://indojapanese.com/summer-festival"><strong>obon</strong> </a>(upacara ritual agama Budha) di kebanyakan daerah. Agar arwah leluhur dapat kembali ke alam baka dengan selamat, maka dipasang api pengantar, mengalirkan kapal-kapalan lentera di sungai atau laut, menarikan tarian Bon, memasang kembang api dsb.</p>
<p style="text-align: justify;">Semuanya ini merupakan kegiatan yang selalu ada dalam festival musim panas. Pada hari festival musim panas ini, para wanita di Jepang memakai <a href="http://indojapanese.com/summer-festival"><strong>yukata</strong></a> (kimono yang terbuat dari katun) mungkin juga merupakan suatu yang menambah kegembiraan perayaan festival di musim panas.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indojapanese.com/summer-festival/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Summer in Japan</title>
		<link>http://indojapanese.com/summer-in-japan/</link>
		<comments>http://indojapanese.com/summer-in-japan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Jul 2010 06:57:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[About Japan]]></category>
		<category><![CDATA[summer day]]></category>
		<category><![CDATA[summer in japan]]></category>
		<category><![CDATA[summer season]]></category>
		<category><![CDATA[weather june]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indojapanese.com/?p=691</guid>
		<description><![CDATA[Musim Panas Di Jepang By: Arief Di Jepang, begitu musim hujan selesai, datanglah musim panas yang sebenarnya. Inilah musim di mana matahari bersinar terik membakar kulit di mana kata-kata yang sering terdengar adalah ; panas, panas terik, panas menyengat, sangat panas. Meskipun dalam perhitungan kalender, musim panas di Jepang dimulai dari bulan Juni. Setelah musim [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2 style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><a href="http://indojapanese.com/wp-content/uploads/2010/07/Summer-in-Japan.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-692" title="Summer in Japan" src="http://indojapanese.com/wp-content/uploads/2010/07/Summer-in-Japan-172x300.jpg" alt="" width="248" height="391" /></a>Musim Panas Di Jepang</span></h2>
<p style="text-align: justify;">By: <a href="http://indojapanese.com/about-us"><strong>Arief</strong></a></p>
<p style="text-align: justify;">Di Jepang, begitu musim hujan selesai, datanglah musim panas yang sebenarnya. Inilah musim di mana matahari bersinar terik membakar kulit di mana kata-kata yang sering terdengar adalah ; panas, panas terik, panas menyengat, sangat panas.</p>
<p style="text-align: justify;">Meskipun dalam perhitungan kalender, musim panas di Jepang dimulai dari bulan Juni. Setelah musim hujan berakhir, yaitu sekitar pertengahan Juli, tekanan udara tinggi dari Lautan Pasifik tiba-tiba menjadi kuat  yang menyebabkan panas yang menyengat sampai bulan Agustus.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk mengatasi rasa panas tersebut, orang-orang Jepang zaman dahulu mencari kesejukan dengan menggerai <strong>sudare</strong> (tirai bambu) di jendela, menggantung <strong>furin</strong> (sejenis lonceng) yang dentingannya membawa kesejukan, mengipas tubuh dengan <strong>uchiwa</strong>, duduk di <strong>goza</strong> (bantal jerami) atau <strong>to-isu</strong> (kursi rotan), sambil makan mie dingin seperti <strong>somen </strong>dan <strong>hiyamugi</strong>.</p>
<p style="text-align: justify;">Di kota-kota besar di Jepang, banyak hari-hari yang temperaturnya melebihi 35 derajat Celcius, menimbulkan gejala Heat Island. Dalam kondisi tersebut orang-orang Jepang berusaha untuk mengatasinya dengan pengetahuan yang ada sejak dahulu.</p>
<p style="text-align: justify;">Semakin banyak orang Jepang yang berusaha hidup dengan ramah lingkungan, sebagai rasa tanggung jawab agar peningkatan temperatur di kota dapat dikendalikan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indojapanese.com/summer-in-japan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rainy Season</title>
		<link>http://indojapanese.com/rainy-season/</link>
		<comments>http://indojapanese.com/rainy-season/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Jun 2010 04:01:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[About Japan]]></category>
		<category><![CDATA[rain season]]></category>
		<category><![CDATA[rainy season]]></category>
		<category><![CDATA[rainy weather]]></category>
		<category><![CDATA[the rainy season]]></category>
		<category><![CDATA[weather july]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indojapanese.com/?p=679</guid>
		<description><![CDATA[Bulan Musim Hujan By: Arief Bulan Juni di Jepang merupakan bulan musim hujan atau disebut juga Tsuyu, setiap hari gerimis terus, sehingga merupakan bulan yang tidak cocok untuk melangsungkan pernikahan. Tetapi oleh karena banyak orang yang terpengaruh oleh istilah June Bride ini, maka Juni merupakan bulan yang banyak pesta pernikahan setelah Oktober yang mempunyai hari-hari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2 style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><a href="http://indojapanese.com/wp-content/uploads/2010/06/Japan’s-Tsuyu.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-683" title="Rainy Season" src="http://indojapanese.com/wp-content/uploads/2010/06/Japan’s-Tsuyu-300x160.jpg" alt="" width="300" height="180" /></a>Bulan Musim Hujan</span></h2>
<p style="text-align: justify;">By:<strong> <a href="http://indojapanese.com/about-us">Arief</a></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Bulan  Juni di Jepang merupakan bulan musim hujan atau disebut juga <strong>Tsuyu</strong>,  setiap hari gerimis terus, sehingga merupakan bulan yang tidak cocok  untuk melangsungkan pernikahan.</p>
<p style="text-align: justify;">Tetapi oleh karena banyak orang yang  terpengaruh oleh istilah <strong>June Bride</strong> ini, maka Juni merupakan  bulan yang banyak pesta pernikahan setelah Oktober yang mempunyai  hari-hari cerah dan stabil dibanding Juni.</p>
<p style="text-align: justify;">Di  Eropa, ada legenda yang mengatakan bahwa pengantin wanita yang  menikah  pada bulan Juni, akan berbahagia. Pengantin wanita yang menikah  pada  bulan Juni disebut sebagai June Bride (pengantin bulan Juni).</p>
<p style="text-align: justify;">Pada  musim ini, di Eropa, merupakan musim yang paling menyenangkan  dalam  setahun, dimana hujan turun sedikit dan udaranya cerah terus.  Oleh  karena itu tak heran kalau banyak pengantin yang melangsungkan   pernikahannya pada hari itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Di Jepang, pada bulan Juni dan Oktober, banyak diselenggarakan <strong>Koromogae</strong> (mengganti pakaian), yaitu mengganti pakaian seragam (seragam musim panas, seragam musim dingin) di kalangan pelajar ataupun karyawan kantor. Sehingga kita bisa langsung melihat perbedaan dari musim semi ke musim panas, dari musim gugur ke murim dingin.</p>
<p style="text-align: justify;">Setiap tahun, bulan 6 dalam perhitungan kalender lunar, disebut sebagai <strong>Minazuki </strong>(bulan yang tidak ada airnya). Sekarang istilah ini dipakai untuk menyebut bulan Juni pada kalender sekarang. Ada berbagai opini tentang asal mula sebutan <strong>Minazuki</strong> ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada yang mengatakan bahwa sesuai dengan huruf kanji-nya, yang mempunyai arti bulan ketika musim hujan sudah selesai dan air menjadi habis, sebaliknya, banyak pula yang beranggapan bahwa ini adalah bulan di mana perlu dialirkan air di di sawah setelah selesai menanam padi, <strong>Mizu Hari Zuki</strong> (bulan ketika air harus dialirkan) akhirnya disingkat menjadi <strong>Minazuki</strong>.</p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indojapanese.com/rainy-season/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Golden Week</title>
		<link>http://indojapanese.com/golden-week/</link>
		<comments>http://indojapanese.com/golden-week/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 May 2010 02:23:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[About Japan]]></category>
		<category><![CDATA[golden week]]></category>
		<category><![CDATA[golden week dates]]></category>
		<category><![CDATA[golden week holiday]]></category>
		<category><![CDATA[golden week holidays]]></category>
		<category><![CDATA[golden week japan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indojapanese.com/?p=667</guid>
		<description><![CDATA[Golden Week By: Arief Di Jepang, setiap tahun, mulai akhir April hingga awal Mei, terdapat berbagai hari libur seperti hari besar, hari libur rakyat, hari Sabtu dan Minggu. Semuanya saling bersambung dan disebut sebagai Golden Week kadang disingkat menjadi GW = pekan emas atau kadang disebut juga libur panjang. Pada masa liburan ini banyak orang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2><span style="color: #ff0000;"><a href="http://indojapanese.com/wp-content/uploads/2010/05/Golden-Week.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-670" title="Golden Week" src="http://indojapanese.com/wp-content/uploads/2010/05/Golden-Week-270x300.jpg" alt="" width="270" height="300" /></a>Golden Week</span></h2>
<p style="text-align: justify;">By: <a href="http://indojapanese.com/about-us"><strong>Arief</strong></a></p>
<p style="text-align: justify;">Di Jepang, setiap tahun, mulai akhir April hingga awal Mei,  terdapat berbagai hari libur seperti hari besar, hari libur rakyat, hari Sabtu dan Minggu.</p>
<p style="text-align: justify;">Semuanya saling bersambung dan  disebut sebagai Golden Week kadang disingkat menjadi GW = pekan emas atau kadang disebut juga libur  panjang.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada masa liburan ini banyak orang yang bepergian jauh sampai menginap, misalnya ; berwisata, pulang ke  kampung halaman, bersenang- senang, dan sebagainya, bahkan ada juga orang-orang yang berwisata ke luar negeri.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada masa-masa ini, udaranya kebanyakan cerah, yang  sering disebut sebagai <strong>Satsukibare </strong>= hari cerah di bulan lima/Mei, angin selatan yang disebut <strong>Kunpu</strong> = angin semerbak musim semi bertiup melewati rerumputan dan daun-daun baru di padang rumput serta pegunungan, membuat kita merasa nyaman untuk  berlibur bersenang-senang.</p>
<p style="text-align: justify;">Istilah <strong>Satsukibare</strong> sudah dipakai sejak zaman Edo,  yang dimaksud dengan bulan 5 adalah penanggalan kalender lunar (perhitungan berdasarkan perputaran bulan), sekarang dalam penanggalan kalender solar (perhitungan berdasarkan perputaran matahari), jatuhnya pada bulan  Juni.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada awalnya diperkirakan istilah ini digunakan untuk hari-hari cerah di musim hujan, tetapi sekarang  dipergunakan untuk hari-hari cerah di bulan Mei.</p>
<p style="text-align: justify;">Bulan Mei ditulis juga sebagai <strong>Satsuki</strong>, berdasarkan  legenda, konon merupakan kependekan dari <strong>Sanae Zuki</strong> yang berarti menanam semai padi, jadi secara umum artinya adalah bulan  ketika pekerjaan menanam semai padi dimulai.</p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indojapanese.com/golden-week/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>The Fourth Lunar Month</title>
		<link>http://indojapanese.com/the-fourth-lunar-month/</link>
		<comments>http://indojapanese.com/the-fourth-lunar-month/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Apr 2010 03:01:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[About Japan]]></category>
		<category><![CDATA[lunar calendar]]></category>
		<category><![CDATA[lunar calender]]></category>
		<category><![CDATA[lunar cycle]]></category>
		<category><![CDATA[lunar moon]]></category>
		<category><![CDATA[the fourth lunar month]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indojapanese.com/?p=654</guid>
		<description><![CDATA[Penghitungan Musim By: Arief Di Jepang terdapat 4 musim yaitu  musim semi, musim panas, musim gugur, dan musim dingin. Meskipun secara umum pembagian musimnya adalah  Maret ~ Mei = musim semi, Juni ~ Agustus = musim panas, September ~ November = musim gugur, Desember ~ Februari = musim dingin, tetapi perubahan iklimnya tidak persis sama. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1><a href="http://indojapanese.com/wp-content/uploads/2010/04/The-Fourth-Lunar-Month.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-660" title="The Fourth Lunar Month" src="http://indojapanese.com/wp-content/uploads/2010/04/The-Fourth-Lunar-Month-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><span style="color: #ff0000;">Penghitungan Musim</span></h1>
<p>By: <a href="http://indojapanese.com/about-us"><strong>Arief</strong></a></p>
<p style="text-align: justify;">Di Jepang terdapat 4 musim yaitu  musim semi, musim panas, musim gugur, dan musim dingin. Meskipun secara umum pembagian musimnya adalah  Maret ~ Mei = musim semi, Juni ~ Agustus = musim panas, September ~ November = musim gugur, Desember ~ Februari = musim dingin, tetapi perubahan iklimnya tidak persis sama.</p>
<p style="text-align: justify;">Perubahan iklim Jepang yang perlahan-lahan menyebabkan sukar untuk membuat batasan pasti dalam 4 musim, ada pula cara penghitungan 24 posisi matahari atau cara China kuno mengenai penghitungan musim yang disebut 72 kou.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk bulan April, di Jepang disebut <strong>Uzuki</strong>. Asal kata Uzuki ini mempunyai arti U-(utsugi) no hana ga saku tsuki = bulan ketika bunga <strong>Utsugi</strong> mekar, yang kemudian disingkat menjadi Uzuki. Di Jepang pada bulan April merupakan bulan tanda dimulainya tahun anggaran baru dan tahun ajaran baru, sehingga di sekolah, kantor, ada upacara penerimaan murid baru, atau upacara penerimaan karyawan baru.</p>
<p style="text-align: justify;">Keistimewaan kata mutiara bulan April, banyak mengandung kata <strong>Hana</strong> = bunga. Contohnya tentu saja <strong>Sakura</strong> atau <strong>Hana kumori</strong> = motif langit yang agak mendung pada saat sekitar mekarnya bunga Sakura.  <strong>Hanabie</strong> = tiba-tiba menjadi dingin kembali pada saat sekitar mekarnya bunga Sakura. <strong>Hanafubuki</strong> = bunga-bunga sakura yang jatuh berguguran.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indojapanese.com/the-fourth-lunar-month/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>A Time of Meetings and Separations</title>
		<link>http://indojapanese.com/time-meetings-separations/</link>
		<comments>http://indojapanese.com/time-meetings-separations/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Mar 2010 03:11:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[About Japan]]></category>
		<category><![CDATA[meeting month]]></category>
		<category><![CDATA[meetings month]]></category>
		<category><![CDATA[separation month]]></category>
		<category><![CDATA[separations month]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indojapanese.com/?p=647</guid>
		<description><![CDATA[Musim Pertemuan dan Perpisahan By  Arief Bulan Maret di Jepang disebut sebagai musim pertemuan dan perpisahan. Berpisah dengan lingkungan yang telah terbiasa dikarenakan lulus sekolah, bekerja, pindah, dan sebagainya, selain rasa senang akan bertemu dengan teman-teman baru, juga entah mengapa, terasa banyak keresahan yang membuat hati kita tak tenang. Pada saat seperti ini, di mana [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2 style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><a href="http://indojapanese.com/wp-content/uploads/2010/03/A-Time-of-Meetings-and-Separations.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-652" title="A Time of Meetings and Separations" src="http://indojapanese.com/wp-content/uploads/2010/03/A-Time-of-Meetings-and-Separations-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Musim Pertemuan dan Perpisahan</span></h2>
<p style="text-align: justify;">By  <a href="http://indojapanese.com/about-us"><strong>Arief</strong></a></p>
<p style="text-align: justify;">Bulan Maret di Jepang disebut sebagai musim pertemuan dan perpisahan. Berpisah dengan lingkungan yang telah terbiasa dikarenakan lulus sekolah, bekerja, pindah, dan sebagainya, selain rasa senang akan bertemu dengan teman-teman baru, juga entah mengapa, terasa banyak keresahan yang membuat hati kita tak tenang. Pada saat seperti ini, di mana kita tidak bisa berkonsentrasi dengan hal di depan mata, padahal tidak ada alasan apa pun sebagai penyebabnya, menimbulkan perasaan dan jiwa yang resah, dalam bahasa isyarat ungkapan, dilukiskan sebagai <strong>sowa-sowa</strong>.</p>
<p style="text-align: justify;">Bayangan musim semi adalah kecerahan dan keindahan, misalnya bunga sakura yang mekar penuh, atau masa depan yang penuh harapan. Sebaliknya, juga merupakan musim yang beraneka perasaan, misalnya rasa sepi dan kehilangan karena ada yang meninggalkan kita. Dengan melewati masa sedih ini, kita akan bertambah dewasa, langkah pun semakin mantap dan optimis.</p>
<p style="text-align: justify;">Bulan Maret disebut juga <strong>Yayoi</strong>, terdiri dari 2 huruf kanji. Huruf kanji pertama <strong>Ya </strong>mempunyai arti <strong>iyo-iyo</strong> (sudah hampir tiba waktunya) atau <strong>masu-masu</strong> semakin dekat masanya, jadi bulan dimana pepohonan dan rerumputan akan mulai tumbuh disebut <strong>Yayohi</strong>. Inilah asal mula dinamakannya Yayoi.</p>
<p style="text-align: justify;">Ciri khas kata ungkapan di bulan Maret adalah banyaknya nama atau yang berhubungan dengan tumbuh-tumbuhan. Misalnya <strong>Natane-zuyu</strong> (musim hujan di kala bunga Nanohana mulai berbunga). Musim hujan biasanya turun sekitar 20 hari sebelum dan sesudah <strong>Geshi</strong> (hari dimana siang lebih panjang dan malam lebih pendek).</p>
<p style="text-align: justify;">Tetapi di bagian barat daerah Kanto, yaitu daerah yang mengarah ke Lautan Pasifik kehangatan musim semi sudah mulai terasa sekitar pertengahan Maret sampai awal April. Ada kalanya cuaca buruk berlanjut berhari-hari, ini disebut <strong>Shunrin</strong> atau <strong>Natane-zuyu</strong>. Artinya di saat hujan gerimis musim semi yang tidak reda-reda juga bunga Nanohana mulai berkembang, sesaat sebelum bunga sakura mekar.</p>
<p style="text-align: justify;">Di Jepang bulan Maret adalah akhir tahun fiskal dan bulan April merupakan awal tahun fiskal baru. Banyak orang yang menyebut Bulan Maret adalah bulan berpisah, atau bulan untuk bepergian, tetapi di sisi lain, juga merupakan musim di mana terasa seperti ada semangat baru. Dalam keharuman musim semi yang dibawa bunga dan rerumputan ini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indojapanese.com/time-meetings-separations/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>The First Day of Spring</title>
		<link>http://indojapanese.com/the-first-day-of-spring/</link>
		<comments>http://indojapanese.com/the-first-day-of-spring/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Feb 2010 01:59:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[About Japan]]></category>
		<category><![CDATA[dates of seasons]]></category>
		<category><![CDATA[dates of the seasons]]></category>
		<category><![CDATA[first day of spring]]></category>
		<category><![CDATA[spring first day of]]></category>
		<category><![CDATA[the first day of spring]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indojapanese.com/?p=640</guid>
		<description><![CDATA[Memasuki Musim Semi By Arief Bulan Februari disebut juga Kisaragi, yang berasal dari bulan di mana dingin kembali menjelang sehingga kita harus memakai baju lebih tebal lagi. Tetapi di atas kalender sudah memasuki Risshun di mana musim dingin sudah selesai dan memasuki musim semi, siang pun semakin panjang. Dengan adanya Sankanshion (tiga dingin empat hangat) [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2 style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><a href="http://indojapanese.com/wp-content/uploads/2010/02/The-First-Day-of-Spring.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-645" title="The First Day of Spring" src="http://indojapanese.com/wp-content/uploads/2010/02/The-First-Day-of-Spring-300x236.jpg" alt="" width="300" height="236" /></a>Memasuki Musim Semi</span></h2>
<p style="text-align: justify;">By <a href="http://indojapanese.com/about-us"><strong>Arief</strong></a></p>
<p style="text-align: justify;">Bulan Februari disebut juga <strong>Kisaragi</strong>, yang berasal dari bulan di mana dingin kembali menjelang sehingga kita harus memakai baju lebih tebal lagi. Tetapi di atas kalender sudah memasuki <strong>Risshun</strong> di mana musim dingin sudah selesai dan memasuki musim semi, siang pun semakin panjang.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan adanya <strong>Sankanshion</strong> (tiga dingin empat hangat) maksudnya (hari-hari yang dingin tiga hari berturut-turut, setelah itu akan ada empat hari yang hangat berturut-turut), sedikit demi sedikit musim semi pun tiba. Ada pula yang disebut <strong>usui </strong>(air hujan) yang merupakan salah satu dari 24 posisi matahari, sama halnya dengan <strong>Risshun</strong>.</p>
<p style="text-align: justify;">Meskipun tidak begitu dikenal, artinya adalah salju beku yang mencair menjadi air hujan. Mulai sekitar masa ini, puncak musim dingin pun mulai lewat, di daerah tertentu, angin pertama musim semi mulai berhembus dan mulai terdengar suara nyanyian burung bulbul. Sejak dahulu ini merupakan pertanda bahwa persiapan untuk bertani segera dimulai.</p>
<p style="text-align: justify;">Begitu angin pertama musim semi berhembus, pucuk rerumputan mulai muncul di bulan ini, sehingga Februari juga mempunyai sebutan lainnya <strong>Kusaki harizuki </strong> (bulan pucuk rerumputan), <strong>Ume mitsuki </strong>(bulan menikmati bunga ume), <strong>Konome tsuki</strong> (bulan pucuk pepohonan) dan sebagainya.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain itu, bulan Februari juga merupakan bulan yang harinya paling sedikit dalam setahun, sehingga hari-hari cepat sekali berlalu, menyebabkan ada pula istilah <strong>nigatsu wa nigeru</strong> (bulan dua berlari). Begitulah rasa dingin dan hangat datang silih berganti, musim semi sudah berada di depan mata.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indojapanese.com/the-first-day-of-spring/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Around about February</title>
		<link>http://indojapanese.com/around-about-february/</link>
		<comments>http://indojapanese.com/around-about-february/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Feb 2010 02:23:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[About Japan]]></category>
		<category><![CDATA[around about february]]></category>
		<category><![CDATA[famous about february]]></category>
		<category><![CDATA[february about]]></category>
		<category><![CDATA[february event]]></category>
		<category><![CDATA[february events]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indojapanese.com/?p=616</guid>
		<description><![CDATA[Sehari Sebelum Musim Semi By Arief Di Jepang, setiap tgl 3 Februari, yaitu sekitar sehari sebelum musim semi, disebut sebagai setsubun. Pada saat ini ada kebiasaan melempar kacang dengan meneriakkan &#8220;Oni wa soto, fuku wa uchi&#8221; (iblis keluar rumah) dengan maksud menghalau keburukan dari iblis yang muncul ketika musim berganti. Di Jepang Februari merupakan bulan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2><span style="color: #ff0000;"><a href="http://indojapanese.com/wp-content/uploads/2010/02/Around-about-February.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-626" title="Around about February" src="http://indojapanese.com/wp-content/uploads/2010/02/Around-about-February-300x300.jpg" alt="" width="269" height="265" /></a>Sehari Sebelum Musim Semi</span></h2>
<p>By<strong><a href="http://indojapanese.com/about-us"> Arief</a></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Di Jepang, setiap tgl 3 Februari, yaitu sekitar sehari sebelum musim semi, disebut sebagai <strong>setsubun</strong>. Pada saat ini ada kebiasaan melempar kacang dengan meneriakkan &#8220;<strong>Oni wa soto, fuku wa uchi</strong>&#8221; (iblis keluar rumah) dengan maksud menghalau keburukan dari iblis yang muncul ketika musim berganti.</p>
<p style="text-align: justify;">Di Jepang Februari merupakan bulan pergantian dari musim dingin ke musim semi, tetapi sebenarnya keadaan cuaca  masih terasa dingin, terutama di daerah yang saljunya tebal, orang-orang sudah tak sabar menunggu datangnya musim semi.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada lagu anak-anak yang syairnya dimulai dengan &#8220;<strong>Yuki ya kon-kon, arare ya kon-kon</strong>&#8220;. Istilah <strong>kon-kon</strong> konon berasal dari kata <strong>koi-koi</strong> atau <strong>fure-fure</strong> yang dalam istilah zaman dulu artinya datanglah-datanglah atau turunlah-turunlah.</p>
<p style="text-align: justify;">Sementara itu ada juga arti <strong>kon-kon</strong> yang berasal dari bunyi sebenarnya yang terdengar mirip, misalnya &#8220;<strong>seki ga konkon deru&#8221;</strong> (batuknya berbunyi <strong>konkon</strong>), atau &#8220;<strong>tobira o konkon tataku</strong>&#8221; (<strong>kon kon</strong> bunyi pintu diketuk).</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indojapanese.com/around-about-february/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Month of Harmony</title>
		<link>http://indojapanese.com/month-of-harmony/</link>
		<comments>http://indojapanese.com/month-of-harmony/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Jan 2010 00:02:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[About Japan]]></category>
		<category><![CDATA[during month of harmony]]></category>
		<category><![CDATA[january month of harmony]]></category>
		<category><![CDATA[month of harmony]]></category>
		<category><![CDATA[month of january]]></category>
		<category><![CDATA[national month of harmony]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indojapanese.com/?p=610</guid>
		<description><![CDATA[Bulan Mempererat Ikatan By Arief Bulan Januari di sebut juga dengan nama Mutsuki, yang dalam asal-usul kata artinya  Mutsubi-tsuki (bulan mempererat ikatan) di mana seluruh anggota keluarga berkumpul dan berpesta menyambut tahun baru untuk mempererat ikatan persaudaraan. Mutsubi berasal dari kata mutsumu yang artinya menjalin hubungan baik melalui perayaan khusus Tahun Baru, makan masakan khas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2 style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><a href="http://indojapanese.com/wp-content/uploads/2010/01/Month-of-Harmony.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-611" title="Month of Harmony" src="http://indojapanese.com/wp-content/uploads/2010/01/Month-of-Harmony-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Bulan Mempererat Ikatan</span></h2>
<p style="text-align: justify;">By <a href="http://indojapanese.com/about-us"><strong>Arief</strong></a></p>
<p style="text-align: justify;">Bulan Januari di sebut juga dengan nama <strong>Mutsuki</strong>, yang dalam asal-usul kata artinya  <strong>Mutsubi-tsuki</strong> (bulan mempererat ikatan) di mana seluruh anggota keluarga berkumpul dan berpesta menyambut tahun baru untuk mempererat ikatan persaudaraan. <strong>Mutsubi </strong>berasal dari kata <strong>mutsumu</strong> yang artinya menjalin hubungan baik melalui perayaan khusus Tahun Baru, makan masakan khas Tahun Baru dan menyambut tahun yang baru dengan meriah.</p>
<p style="text-align: justify;">Perayaan khusus Tahun Baru, misalnya <strong>Hatsumoude</strong> (ziarah pertama). Ini adalah acara kunjungan pertama di tahun yang baru, ke Kuil  Shinto atau ke Wihara Budha untuk berdoa memohon keselamatan dan kedamaian dalam setahun ini. Dalam ziarah tersebut, biasanya orang-orang membeli azimat, dan penolak bala <strong>Hamaya,</strong> menuliskan permohonan atau cita-cita di sepotong kayu yang disebut <strong>Ema</strong>, membaca kertas ramalan, dan memohon agar diberkati selama setahun ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Sedangkan yang dimaksud dengan masakan Tahun Baru adalah <strong>Osechi Ryouri</strong>. Kata ini tadinya berasal dari kata <strong>sekku = sechi</strong> yang artinya perayaan pada pergantian musim, dan makanan yang dipersembahkan kepada Dewa disebut <strong>osechi ryouri</strong>. Oleh karena Tahun Baru merupakan perayaan pergantian musim yang utama, maka masakan untuk Tahun Baru juga disebut <strong>Osechi Ryouri</strong>. Masakan ini banyak berisi hasil laut dan gunung, yangmempunyai makna permohonan akan panen yang berlimpah, keamanan dan kesehatan keluarga, kemakmuran anak, cucu dan keturunan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indojapanese.com/month-of-harmony/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>The Last Day of Year</title>
		<link>http://indojapanese.com/the-last-day-of-year/</link>
		<comments>http://indojapanese.com/the-last-day-of-year/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Dec 2009 03:32:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[About Japan]]></category>
		<category><![CDATA[history year]]></category>
		<category><![CDATA[japanese year]]></category>
		<category><![CDATA[last day of the year]]></category>
		<category><![CDATA[last history]]></category>
		<category><![CDATA[the last day of the year]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indojapanese.com/?p=600</guid>
		<description><![CDATA[Hari Terakhir Dalam Setahun By Arief Bulan Desember biasa di sebut juga Shiwasu (guru pun berlari), sebutan ini berasal dari ungkapan di mana, para pendeta yang biasanya tenang sekalipun, berlari ke sana ke mari dengan sibuknya. Orang-orang bepergian ke tempat keramaian untuk berpesta akhir tahun (bonenkai), mengenang tahun yang akan segera berlalu. Oomisoka  adalah hari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;"><strong><span style="color: #ff0000;"><a href="http://indojapanese.com/the-last-day-of-year.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-606" title="The Last Day of Year" src="http://indojapanese.com/wp-content/uploads/2009/12/The-Last-Day-of-Year-226x300.jpg" alt="" width="276" height="321" /></a>Hari Terakhir Dalam Setahun</span></strong></p>
<p>By <strong><a href="http://indojapanese.com/about-us">Arief </a></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Bulan Desember biasa di sebut juga Shiwasu (guru pun berlari), sebutan ini berasal dari ungkapan di mana, para pendeta yang biasanya tenang sekalipun, berlari ke sana ke mari dengan sibuknya. Orang-orang bepergian ke tempat keramaian untuk berpesta akhir tahun (bonenkai), mengenang tahun yang akan segera berlalu. Oomisoka  adalah hari terakhir dalam setahun, yaitu tgl 31 Desember.</p>
<p style="text-align: justify;">Di Jepang, pada akhir tahun umumnya orang-orang libur kerja, menyelesaikan persiapan menyambut Tahun Baru, lalu seluruh keluarga berkumpul, makan  <strong>Toshikoshi soba</strong> (Mi Akhir Tahun) , dan melewatkan malam Tahun Baru dengan tenang sambil mendengarkan <strong>Joya no kane</strong> (lonceng malam Tahun Baru). <strong>Toshikoshi soba</strong> disantap dengan harapan agar keberuntungan keluarga, nasib baik, dan panjang umur dapat terus berlanjut panjang bagaikan mi soba.</p>
<p style="text-align: justify;">Sementara <strong>Joya no kane</strong> yang dibunyikan di kuil sebanyak 108 kali, mengandung harapan agar kita bisa mendorong tahun sebelumnya, melepaskan 108 hasrat manusiawi dan menyambut tahun yang baru dengan hati yang bersih. Ketika akhir tahun semakin mendekat, orang-orang saling mengucapkan salam <strong>Yoi o toshi wo</strong> (semoga menjadi tahun yang baik) yang mengandung arti merayakan tahun yang akan datang.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indojapanese.com/the-last-day-of-year/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
