<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Japanese Japan Indonesia Company Language Translation Dictionary Translator Translate Nihongo +62 856 2420 7275 &#187; About Japan</title>
	<atom:link href="http://indojapanese.com/category/about-japan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://indojapanese.com</link>
	<description>Japanese Japan Indonesia Company Language Translation Dictionary Translator Translate Nihongo Bahasa Jepang Interpreter Terjemahan Penterjemah Teknik Percakapan Kursus Perusahaan Course</description>
	<lastBuildDate>Sat, 19 May 2012 09:44:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>The Last Day of Year</title>
		<link>http://indojapanese.com/the-last-day-of-year/</link>
		<comments>http://indojapanese.com/the-last-day-of-year/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 May 2012 09:44:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[About Japan]]></category>
		<category><![CDATA[history year]]></category>
		<category><![CDATA[japanese year]]></category>
		<category><![CDATA[last day of the year]]></category>
		<category><![CDATA[last history]]></category>
		<category><![CDATA[the last day of the year]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indojapanese.com/?p=600</guid>
		<description><![CDATA[Hari Terakhir Dalam Setahun By Arief Bulan Desember biasa di sebut juga Shiwasu (guru pun berlari), sebutan ini berasal dari ungkapan di mana, para pendeta yang biasanya tenang sekalipun, berlari ke sana ke mari dengan sibuknya. Orang-orang bepergian ke tempat keramaian untuk berpesta akhir tahun (bonenkai), mengenang tahun yang akan segera berlalu. Oomisoka  adalah hari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;"><strong><span style="color: #ff0000;"><a href="http://indojapanese.com/the-last-day-of-year.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-606" title="The Last Day of Year" src="http://indojapanese.com/wp-content/uploads/2009/12/The-Last-Day-of-Year-226x300.jpg" alt="" width="276" height="321" /></a>Hari Terakhir Dalam Setahun</span></strong></p>
<p>By <strong><a href="http://indojapanese.com/about-us">Arief </a></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Bulan Desember biasa di sebut juga Shiwasu (guru pun berlari), sebutan ini berasal dari ungkapan di mana, para pendeta yang biasanya tenang sekalipun, berlari ke sana ke mari dengan sibuknya. Orang-orang bepergian ke tempat keramaian untuk berpesta akhir tahun (bonenkai), mengenang tahun yang akan segera berlalu. Oomisoka  adalah hari terakhir dalam setahun, yaitu tgl 31 Desember.</p>
<p style="text-align: justify;">Di Jepang, pada akhir tahun umumnya orang-orang libur kerja, menyelesaikan persiapan menyambut Tahun Baru, lalu seluruh keluarga berkumpul, makan  <strong>Toshikoshi soba</strong> (Mi Akhir Tahun) , dan melewatkan malam Tahun Baru dengan tenang sambil mendengarkan <strong>Joya no kane</strong> (lonceng malam Tahun Baru). <strong>Toshikoshi soba</strong> disantap dengan harapan agar keberuntungan keluarga, nasib baik, dan panjang umur dapat terus berlanjut panjang bagaikan mi soba.</p>
<p style="text-align: justify;">Sementara <strong>Joya no kane</strong> yang dibunyikan di kuil sebanyak 108 kali, mengandung harapan agar kita bisa mendorong tahun sebelumnya, melepaskan 108 hasrat manusiawi dan menyambut tahun yang baru dengan hati yang bersih. Ketika akhir tahun semakin mendekat, orang-orang saling mengucapkan salam <strong>Yoi o toshi wo</strong> (semoga menjadi tahun yang baik) yang mengandung arti merayakan tahun yang akan datang.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indojapanese.com/the-last-day-of-year/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Summer Festival</title>
		<link>http://indojapanese.com/summer-festival/</link>
		<comments>http://indojapanese.com/summer-festival/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 May 2012 21:41:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[About Japan]]></category>
		<category><![CDATA[festival]]></category>
		<category><![CDATA[festivals]]></category>
		<category><![CDATA[summer calendar]]></category>
		<category><![CDATA[summer festival]]></category>
		<category><![CDATA[summer festivals]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indojapanese.com/?p=703</guid>
		<description><![CDATA[Festival Musim Panas By: Arief Memasuki bulan Agustus, orang Jepang mulai bepergian untuk menyegarkan diri lahir dan batin. Caranya ada bermacam-macam, misalnya ada yang bepergian untuk berenang di laut, yang mengunjungi daerah sejuk, pulang ke kampung halaman dengan menggunakan cuti panjang, atau berwisata ke luar negeri. Bulan Agustus di mana hari-hari yang sangat panas dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2 style="text-align: justify;"><a href="http://indojapanese.com/wp-content/uploads/2010/08/Summer-Festival.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-706" title="Summer Festival" src="http://indojapanese.com/wp-content/uploads/2010/08/Summer-Festival-222x300.jpg" alt="" width="222" height="300" /></a><span style="color: #ff0000;">Festival Musim Panas</span></h2>
<p style="text-align: justify;">By: <a href="http://indojapanese.com/about-us"><strong>Arief</strong></a></p>
<p style="text-align: justify;">Memasuki bulan Agustus, orang Jepang mulai bepergian untuk menyegarkan diri lahir dan batin. Caranya ada bermacam-macam, misalnya ada yang bepergian untuk berenang di laut, yang mengunjungi daerah sejuk, pulang ke kampung halaman dengan menggunakan cuti panjang, atau berwisata ke luar negeri.</p>
<p style="text-align: justify;">Bulan Agustus di mana hari-hari yang sangat panas dengan temperatur tertinggi 35 derajat lebih pun terus berlanjut, ketika memasuki <a href="http://indojapanese.com/summer-festival"><strong>risshu</strong></a> (memasuki musim gugur sekitar tgl 7), udara mulai sejuk sedikit demi sedikit, dan kita mulai merasakan tibanya suasana musim gugur.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada saat-saat ini, di mana-mana diselenggarakan festival musim panas, yang ada hubungannya dengan penyambutan perayaan <a href="http://indojapanese.com/summer-festival"><strong>obon</strong> </a>(upacara ritual agama Budha) di kebanyakan daerah. Agar arwah leluhur dapat kembali ke alam baka dengan selamat, maka dipasang api pengantar, mengalirkan kapal-kapalan lentera di sungai atau laut, menarikan tarian Bon, memasang kembang api dsb.</p>
<p style="text-align: justify;">Semuanya ini merupakan kegiatan yang selalu ada dalam festival musim panas. Pada hari festival musim panas ini, para wanita di Jepang memakai <a href="http://indojapanese.com/summer-festival"><strong>yukata</strong></a> (kimono yang terbuat dari katun) mungkin juga merupakan suatu yang menambah kegembiraan perayaan festival di musim panas.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indojapanese.com/summer-festival/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Month of Harmony</title>
		<link>http://indojapanese.com/month-of-harmony/</link>
		<comments>http://indojapanese.com/month-of-harmony/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 May 2012 09:44:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[About Japan]]></category>
		<category><![CDATA[during month of harmony]]></category>
		<category><![CDATA[january month of harmony]]></category>
		<category><![CDATA[month of harmony]]></category>
		<category><![CDATA[month of january]]></category>
		<category><![CDATA[national month of harmony]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indojapanese.com/?p=610</guid>
		<description><![CDATA[Bulan Mempererat Ikatan By Arief Bulan Januari di sebut juga dengan nama Mutsuki, yang dalam asal-usul kata artinya  Mutsubi-tsuki (bulan mempererat ikatan) di mana seluruh anggota keluarga berkumpul dan berpesta menyambut tahun baru untuk mempererat ikatan persaudaraan. Mutsubi berasal dari kata mutsumu yang artinya menjalin hubungan baik melalui perayaan khusus Tahun Baru, makan masakan khas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2 style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><a href="http://indojapanese.com/wp-content/uploads/2010/01/Month-of-Harmony.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-611" title="Month of Harmony" src="http://indojapanese.com/wp-content/uploads/2010/01/Month-of-Harmony-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Bulan Mempererat Ikatan</span></h2>
<p style="text-align: justify;">By <a href="http://indojapanese.com/about-us"><strong>Arief</strong></a></p>
<p style="text-align: justify;">Bulan Januari di sebut juga dengan nama <strong>Mutsuki</strong>, yang dalam asal-usul kata artinya  <strong>Mutsubi-tsuki</strong> (bulan mempererat ikatan) di mana seluruh anggota keluarga berkumpul dan berpesta menyambut tahun baru untuk mempererat ikatan persaudaraan. <strong>Mutsubi </strong>berasal dari kata <strong>mutsumu</strong> yang artinya menjalin hubungan baik melalui perayaan khusus Tahun Baru, makan masakan khas Tahun Baru dan menyambut tahun yang baru dengan meriah.</p>
<p style="text-align: justify;">Perayaan khusus Tahun Baru, misalnya <strong>Hatsumoude</strong> (ziarah pertama). Ini adalah acara kunjungan pertama di tahun yang baru, ke Kuil  Shinto atau ke Wihara Budha untuk berdoa memohon keselamatan dan kedamaian dalam setahun ini. Dalam ziarah tersebut, biasanya orang-orang membeli azimat, dan penolak bala <strong>Hamaya,</strong> menuliskan permohonan atau cita-cita di sepotong kayu yang disebut <strong>Ema</strong>, membaca kertas ramalan, dan memohon agar diberkati selama setahun ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Sedangkan yang dimaksud dengan masakan Tahun Baru adalah <strong>Osechi Ryouri</strong>. Kata ini tadinya berasal dari kata <strong>sekku = sechi</strong> yang artinya perayaan pada pergantian musim, dan makanan yang dipersembahkan kepada Dewa disebut <strong>osechi ryouri</strong>. Oleh karena Tahun Baru merupakan perayaan pergantian musim yang utama, maka masakan untuk Tahun Baru juga disebut <strong>Osechi Ryouri</strong>. Masakan ini banyak berisi hasil laut dan gunung, yangmempunyai makna permohonan akan panen yang berlimpah, keamanan dan kesehatan keluarga, kemakmuran anak, cucu dan keturunan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indojapanese.com/month-of-harmony/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tohoku</title>
		<link>http://indojapanese.com/tohoku/</link>
		<comments>http://indojapanese.com/tohoku/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 May 2012 21:49:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[About Japan]]></category>
		<category><![CDATA[tohoku]]></category>
		<category><![CDATA[tohoku japan]]></category>
		<category><![CDATA[tohoku map]]></category>
		<category><![CDATA[tohoku region]]></category>
		<category><![CDATA[tohoku travel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indojapanese.com/?p=939</guid>
		<description><![CDATA[Daerah Tohoku By : Arief Daerah Tohoku (timur laut) pulau Honshu terdiri dari 6 prefektur yaitu ; Aomori, Iwate, Akita, Miyagi, Yamagata, dan Fukushima, meliputi 30 % dari total keseluruhan luas Jepang. Sekitar abad ke-7, bagian yang menghadap Pasifik dulunya merupakan negeri bernama &#8220;Mutsunokuni&#8221;, sedangkan bagian yang menghadap Laut Jepang merupakan negeri bernama &#8220;Dewanokuni&#8221;. Dari ke-2 nama ini masing-masing diambil [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1 style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><a href="http://indojapanese.com/wp-content/uploads/2012/05/daerah-tohoku.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-944" title="daerah-tohoku" src="http://indojapanese.com/wp-content/uploads/2012/05/daerah-tohoku-235x300.jpg" alt="" width="235" height="300" /></a>Daerah Tohoku</span></h1>
<p style="text-align: justify;"><strong>By : <a href="http://indojapanese.com/about-us">Arief</a></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Daerah Tohoku</strong> (timur laut) pulau Honshu terdiri dari 6 prefektur yaitu ; Aomori, Iwate, Akita, Miyagi, Yamagata, dan Fukushima, meliputi 30 % dari total keseluruhan luas Jepang. Sekitar abad ke-7, bagian yang menghadap Pasifik dulunya merupakan negeri bernama &#8220;Mutsunokuni&#8221;, sedangkan bagian yang menghadap Laut Jepang merupakan negeri bernama &#8220;Dewanokuni&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">Dari ke-2 nama ini masing-masing diambil sebuah huruf kanji-nya dan digabungkan sehingga menjadi sebutan Ou chiho (daerah Ou). Akhir-akhir ini, banyak yang menyebutnya dengan membagi menjadi 2 daerah, yaitu Minami Tohoku  (Tohoku Selatan) meliputi Miyagi, Yamagata, Fukushima yang lebih dekat ke Tokyo dan lebih banyak mempunyai ikatan dalam hal ekonomi, yang satu lagi disebut Kita Tohoku (Tohoku Utara) meliputi Aomori, Iwate, Akita.</p>
<p style="text-align: justify;">Daya tarik utama di Tohoku Utara adalah pemandangan alam yang masih alami. Misalnya daerah pegunungan Shirakami dengan aset internasional-nya yaitu hutan perawan pohon Buna yang luas, pegunungan Hakkoda yang terbentuk dari letusan gunung berapi, Danau Towada, Taman Nasional Hachimantai, selain itu juga banyak sumber air panas yang belum dikenal. Ada pula daerah yang favorit untuk dikunjungi, yaitu Hiraiizumi yang banyak mempunyai wihara Budha abad ke 11-12 serta reruntuhan situs, dan telah didaftarkan untuk menjadi aset internasional pada tahun 2011.</p>
<p style="text-align: justify;">Tohoku Selatan juga mempunyai tempat wisata populer yang mudah dikunjungi mengingat tempatnya yang lebih dekat dengan Tokyo. Matsushima, Zao, Gunung Bandai terkenal dengan panoramanya yang indah permai, dengan sarana yang maju sebagai tempat wisata, dan mempunyai nuansa yang berbeda dengan Tohoku Utara. Di sisi lain, oleh karena sejak dulu terdapat badan perwakilan dari pemerintah pusat, ini memberikan pengaruh dimana banyak terdapat bangunan wihara Yamadera dan wihara Zuiganji yang dibangun dengan teknik terbaru dari esensi budaya agama Budha.</p>
<p style="text-align: justify;">Di daerah Tohoku yang menghadap ke Lautan Pasifik, terdapat Pantai Sanriku dengan total panjangnya hampir 600 km yaitu dari Pref. Aomori sampai ke Pref. Miyagi, melalui Pref. Iwate. Di sepanjang pesisir pantai itu banyak terdapat panorama indah, selain itu lautnya terkenal sebagai tempat penangkapan ikan terkemuka yang berlimpah hasil laut.</p>
<p style="text-align: justify;">Saat ini, sedang diselenggarakan Pameran Wisata ke Tohoku, yang bertujuan untuk menarik wisatawan ke Tohoku dalam rangka pemulihan selangkah demi selangkah Tohoku sejak terjadi gempa bumi Jepang Timur tahun lalu. Terdapat 28 zona wisata yang dapat dilihat dan dikunjungi di seluruh Tohoku ini, selain itu juga ada ; berbagai pusat informasi dari penduduk setempat, diterbitkan Paspor Tohoku agar bisa berwisata dengan hemat.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indojapanese.com/tohoku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kogarashi</title>
		<link>http://indojapanese.com/kogarashi/</link>
		<comments>http://indojapanese.com/kogarashi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Apr 2012 09:39:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[About Japan]]></category>
		<category><![CDATA[kogarashi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indojapanese.com/?p=880</guid>
		<description><![CDATA[Kogarashi -  Angin  Kering  Dari  Utara By Arief Kogarashi  adalah  angin  kering  dari  utara  yang  bertiup  di sekitar  Jepang,  mulai  dari  musim  gugur  hingga  awal  musim  dingin, ketika bagian barat diliputi udara tekanan tinggi dan daerah timurnya oleh  udara  tekanan  rendah  musim  dingin.    Apabila  kecepatan tertinggi  angin  ini  mencapai  8  meter  lebih  per  detik,  barulah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1 style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;">Kogarashi -  Angin  Kering  Dari  Utara</span></h1>
<p>By <a href="http://indojapanese.com/about-us"><strong>Arief</strong></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://indojapanese.com/kogarashi"><strong>Kogarashi</strong></a>  adalah  angin  kering  dari  utara  yang  bertiup  di sekitar  Jepang,  mulai  dari  musim  gugur  hingga  awal  musim  dingin, ketika bagian barat diliputi udara tekanan tinggi dan daerah timurnya oleh  udara  tekanan  rendah  musim  dingin.    Apabila  kecepatan tertinggi  angin  ini  mencapai  8  meter  lebih  per  detik,  barulah dinamakan  kogarashi.</p>
<p style="text-align: justify;">Daun  di  pepohonan  gugur  tertiup  angin, sehingga  membuat  pepohonan  seperti  pohon  yang  kering  kerontang  (kareki),  dari  situlah  asal  nama <em> kogarashi</em>.    Selain  itu,  meskipun tidak  pasti,  tetapi   kogarashi  juga  ditulis  dengan  huruf  kanji  yang lainnya yaitu ( 凩).</p>
<p style="text-align: justify;">Kogarashi  pertama  yang  bertiup  di  tahun  itu,  akan  disebut sebagai   kogarashi  no  1,  sebutan  ini  dipakai  di  surat  kabar   Jepang mulai tahun  1973.    Kogarashi  no  1  merupakan  salah  satu  tanda peralihan musim dari musim gugur ke musim dingin.    Perkataan ini sekarang  sudah  biasa  terdengar  sebagai  salah  satu  fenomena  pertanda akan datang  musim  dingin.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk  daerah  Kanto,  <span style="text-decoration: underline;">Kogarashi</span>  no  1  ini diumumkan  oleh  Badan  Prakiraan  Cuaca,  dan  di  daerah  Kinki, diumumkan  oleh  Jawatan  Meteorologi  Daerah  Osaka,  sedangkan  di daerah  lain  meskipun  angin  yang  sama  bertiup  sekalipun  tidak  ada pengumuman tentang Kogarashi no 1 ini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indojapanese.com/kogarashi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Around about February</title>
		<link>http://indojapanese.com/around-about-february/</link>
		<comments>http://indojapanese.com/around-about-february/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Apr 2012 21:39:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[About Japan]]></category>
		<category><![CDATA[around about february]]></category>
		<category><![CDATA[famous about february]]></category>
		<category><![CDATA[february about]]></category>
		<category><![CDATA[february event]]></category>
		<category><![CDATA[february events]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indojapanese.com/?p=616</guid>
		<description><![CDATA[Sehari Sebelum Musim Semi By Arief Di Jepang, setiap tgl 3 Februari, yaitu sekitar sehari sebelum musim semi, disebut sebagai setsubun. Pada saat ini ada kebiasaan melempar kacang dengan meneriakkan &#8220;Oni wa soto, fuku wa uchi&#8221; (iblis keluar rumah) dengan maksud menghalau keburukan dari iblis yang muncul ketika musim berganti. Di Jepang Februari merupakan bulan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2><span style="color: #ff0000;"><a href="http://indojapanese.com/wp-content/uploads/2010/02/Around-about-February.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-626" title="Around about February" src="http://indojapanese.com/wp-content/uploads/2010/02/Around-about-February-300x300.jpg" alt="" width="269" height="265" /></a>Sehari Sebelum Musim Semi</span></h2>
<p>By<strong><a href="http://indojapanese.com/about-us"> Arief</a></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Di Jepang, setiap tgl 3 Februari, yaitu sekitar sehari sebelum musim semi, disebut sebagai <strong>setsubun</strong>. Pada saat ini ada kebiasaan melempar kacang dengan meneriakkan &#8220;<strong>Oni wa soto, fuku wa uchi</strong>&#8221; (iblis keluar rumah) dengan maksud menghalau keburukan dari iblis yang muncul ketika musim berganti.</p>
<p style="text-align: justify;">Di Jepang Februari merupakan bulan pergantian dari musim dingin ke musim semi, tetapi sebenarnya keadaan cuaca  masih terasa dingin, terutama di daerah yang saljunya tebal, orang-orang sudah tak sabar menunggu datangnya musim semi.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada lagu anak-anak yang syairnya dimulai dengan &#8220;<strong>Yuki ya kon-kon, arare ya kon-kon</strong>&#8220;. Istilah <strong>kon-kon</strong> konon berasal dari kata <strong>koi-koi</strong> atau <strong>fure-fure</strong> yang dalam istilah zaman dulu artinya datanglah-datanglah atau turunlah-turunlah.</p>
<p style="text-align: justify;">Sementara itu ada juga arti <strong>kon-kon</strong> yang berasal dari bunyi sebenarnya yang terdengar mirip, misalnya &#8220;<strong>seki ga konkon deru&#8221;</strong> (batuknya berbunyi <strong>konkon</strong>), atau &#8220;<strong>tobira o konkon tataku</strong>&#8221; (<strong>kon kon</strong> bunyi pintu diketuk).</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indojapanese.com/around-about-february/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Koharu Biyori</title>
		<link>http://indojapanese.com/koharu-biyori/</link>
		<comments>http://indojapanese.com/koharu-biyori/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Apr 2012 09:39:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[About Japan]]></category>
		<category><![CDATA[indian summer]]></category>
		<category><![CDATA[koharu biyori]]></category>
		<category><![CDATA[koharubiyori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indojapanese.com/?p=868</guid>
		<description><![CDATA[Warm Autumn Days By Arief From late autumn to early winter, the weather begins to  get  colder  by  the  day,  but  occasionally,  there  are warm, balmy days when a moving high-pressure system sets  in  or  when  the  typical  winter  weather  pattern weakens.  Days  such  as  these  are  called  koharu-biyori (literally, &#8220;small spring days&#8221;). Koharu is [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1 style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><a href="http://indojapanese.com/wp-content/uploads/2011/11/koharu-biyori.gif"><img class="alignleft size-medium wp-image-873" title="koharu-biyori" src="http://indojapanese.com/wp-content/uploads/2011/11/koharu-biyori-300x225.gif" alt="" width="300" height="225" /></a>Warm Autumn Days</span></h1>
<p style="text-align: justify;">By <strong><a href="http://indojapanese.com/about-us">Arief</a></strong></p>
<p style="text-align: justify;">From late autumn to early winter, the weather begins to  get  colder  by  the  day,  but  occasionally,  there  are warm, balmy days when a moving high-pressure system sets  in  or  when  the  typical  winter  weather  pattern weakens.  Days  such  as  these  are  called  <a href="http://indojapanese.com/koharu-biyori"><strong>koharu-biyori</strong></a> (literally, &#8220;small spring days&#8221;). Koharu is another name for  October  according  to  the  lunar  calendar,  and corresponds  to  around  November  by  today’s  calendar. Therefore,  warms  spell  during  the  period  from  around October  to  November  are  called  koharu  days,  or koharu-biyori.</p>
<p style="text-align: justify;">This  expression  is  not  necessarily  used  throughout Japan,  however.  In  Okinawa,  temperatures  sometimes reach over 25 C and bring summer days even during the October-November autumn season, so days such as these are called <strong>konatsu-biyori</strong> (literally, &#8220;small summer days&#8221;).</p>
<p style="text-align: justify;">Interestingly,  warm  autumn  days  are  also  expressed using the word summer in many foreign countries. For example, they are called &#8220;Indian summer&#8221; in the United States, &#8220;old ladies summer&#8221; in Germany, &#8220;Saint Martin’s summer&#8221;  in  France,  and  &#8220;ladies summer&#8221;  in  Russia.  In Europe,  it  seems  summer  is  a  more  favored  season compared  to  spring,  because  spring  is  short  due  to  the high latitudes of most countries.</p>
<p style="text-align: justify;">The  season  that  brings  koharu-biyori  corresponds  to the  height  of  autumn  foliage,  and  is  the  perfect  season for outings.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indojapanese.com/koharu-biyori/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Evening Rain and Thunder</title>
		<link>http://indojapanese.com/evening-rain-and-thunder/</link>
		<comments>http://indojapanese.com/evening-rain-and-thunder/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Apr 2012 21:49:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[About Japan]]></category>
		<category><![CDATA[evening rain and thunder]]></category>
		<category><![CDATA[kaminari]]></category>
		<category><![CDATA[rain and thunder]]></category>
		<category><![CDATA[yudachi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indojapanese.com/?p=834</guid>
		<description><![CDATA[Yudachi &#38; Kaminari By Arief Yudachi (Hujan di senja hari). Dalam hujan lebat yang turun sebentar di siang hari sampai senja, pada hari musim panas yang cerah, kadang-kadang disertai halilintar. Pada zaman Edo, pembaca puisi Yosano Buson yang membaca puisi tentang musim, terdapat kalimat &#8220;Yudachi ya kusaba o tsukamu murasuzume = siang musim panas, tiba-tiba [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1 style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;">Yudachi &amp; Kaminari</span></h1>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://indojapanese.com/wp-content/uploads/2011/07/yudachi-and-kaminari.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-837" title="yudachi-and-kaminari" src="http://indojapanese.com/wp-content/uploads/2011/07/yudachi-and-kaminari-300x240.jpg" alt="" width="300" height="240" /></a>By <a href="http://indojapanese.com/about-us"><strong>Arief</strong></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://indojapanese.com/evening-rain-and-thunder"><strong>Yudachi</strong></a> (Hujan di senja hari). Dalam hujan lebat yang turun sebentar di siang hari sampai senja, pada hari musim panas yang cerah, kadang-kadang disertai halilintar. Pada zaman Edo, pembaca puisi Yosano Buson yang membaca puisi tentang musim, terdapat kalimat &#8220;Yudachi ya kusaba o tsukamu murasuzume = siang musim panas, tiba-tiba saja turun hujan lebat yudachi. Para burung pipit menjadi kelabakan dan bersembunyi di bawah bayangan daun rerumputan&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">Tetapi sayang sekali akhir-akhir ini, oleh karena pengaruh iklim global, bulan Mei ~ Juni juga, sering turun hujan yudachi. Tahun-tahun terakhir ini yudachi bukan lagi hujan yang turun tiba-tiba dan berhenti cepat, melainkan banyak yang seperti hujan lebat yang dapat  menimbulkan korban.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://indojapanese.com/evening-rain-and-thunder"><strong>Kaminari</strong> </a>(Halilintar). Sejak dahulu di Jepang bukan hal yang aneh bagi benda atau tempat yang pernah menjadi korban halilintar, kemudian menjadi tempat obyek sembahyang, selain itu halilintar juga kebanyakan timbul bersamaan dengan hujan, membuat halilintar juga berkaitan dengan cuaca yang sangat terlibat dalam pertanian. Dari sisi ini bisa dikatakan bahwa halilintar pun mempunyai kaitan erat dengan keagamaan.</p>
<p style="text-align: justify;">Di Kuil Kitano Tenmangu di Kyoto Jepang, setiap tgl 1 Juni diselenggarakan festival besar untuk menolak bala halilintar. Sejak dahulu dipercaya bahwa tahun yang banyak halilintarnya akan membuat curah hujan juga banyak sehingga membuat panen berlimpah, tetapi sebaliknya, korban halilintar pun menjadi semakin banyak. Inilah yang membuat munculnya festival bersejarah sejak zaman Heian, untuk mendoakan panen berlimpah 5 jenis pepadian dan agar halilintar menjadi semakin sedikit.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indojapanese.com/evening-rain-and-thunder/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hokkaido</title>
		<link>http://indojapanese.com/hokkaido/</link>
		<comments>http://indojapanese.com/hokkaido/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Apr 2012 01:36:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[About Japan]]></category>
		<category><![CDATA[hokkaido]]></category>
		<category><![CDATA[hokkaido tours]]></category>
		<category><![CDATA[hokkaido travel]]></category>
		<category><![CDATA[japan hokkaido]]></category>
		<category><![CDATA[travel hokkaido]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indojapanese.com/?p=929</guid>
		<description><![CDATA[Hokkaido  By Arief Pulau besar yang berlokasi di sebelah utara Jepang ini luasnya mencapai 20 % dari seluruh daratan Jepang. Akhir-akhir ini turis manca negara yang ingin menikmati pemandangan alam yang bagus di tengah-tengah musim dingin dan pemandian air belerang yang bertebaran di berbagai tempat, telah semakin meningkat. Pulau Hokkaido dibagi menjadi 4 daerah, yaitu ; Donan (daerah selatan), Doou (daerah tengah), [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1 style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><a href="http://indojapanese.com/wp-content/uploads/2012/04/hokkaido.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-935" title="hokkaido" src="http://indojapanese.com/wp-content/uploads/2012/04/hokkaido-300x230.jpg" alt="" width="300" height="230" /></a>Hokkaido</span></h1>
<p style="text-align: justify;"> By<strong><a href="http://indojapanese.com/about-us"> Arief</a></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Pulau besar yang berlokasi di sebelah utara Jepang ini luasnya mencapai 20 % dari seluruh daratan Jepang. Akhir-akhir ini turis manca negara yang ingin menikmati pemandangan alam yang bagus di tengah-tengah musim dingin dan pemandian air belerang yang bertebaran di berbagai tempat, telah semakin meningkat. Pulau <strong><a href="http://indojapanese.com/hokkaido">Hokkaido</a></strong> dibagi menjadi 4 daerah, yaitu ; Donan (daerah selatan), Doou (daerah tengah), Doto (daerah timur), dan Dohoku (daerah utara).</p>
<p style="text-align: justify;">Tempat wisata terbesar di daerah Donan adalah Hakodate. Sejak zaman dahulu dikenal sebagai pintu gerbangnya Hokkaido. Sama seperti Yokohama dan Nagasaki yang pertama kalinya membuka perdagangan ekspor impor dengan luar negeri, membuat kota ini mendapat pengaruh gaya barat, sampai sekarang pun banyak terdapat peninggalan bangunan- bangunan dan tata kota bergaya barat. Terutama yang terkenal adalah Kastil Goryokaku, yaitu kastil pertama di Jepang yang bergaya barat, pemandangannya sangat indah bila dilihat pada malam hari dari gunung Hakodate.</p>
<p style="text-align: justify;">Di Doou terdapat kota yang terbesar di Hokkaido, yaitu Sapporo. Tempat wisata yang wajib dikunjungi adalah TV Tower, Taman Odori yang terkenal dengan Snow Festival-nya, kantor gubernur di masa dulu yang dikenal dengan &#8220;Aka Renga = batu bata merah&#8221;, jam besar kota Sapporo yang terbuat dari kayu, serta gunung Ookura tempat diselenggarakan Olimpiade Musim Dingin Sapporo 1972, untuk cabang olahraga Ski Jump. Sementara di sekitar kota Otaru terdapat kanal, dikombinasikan dengan pemandangan gudang-gudang yang terbuat dari batu dan lampu-lampu gas, membuat pemandangan yang sangat indah dan romantis.</p>
<p style="text-align: justify;">Di Doto, terdapat pemandangan alam yang sangat alami dan indah, dibandingkan dengan tampat lainnya di Hokkaido. Daerah lahan basah terbesar di Jepang yang menjadi taman surga bagi margasatwa; Kushiro Shitsugen, Danau Akan yang terkenal dengan Marimo (lumut berbentuk bulat), laut pantai Okhotsk yang banyak didekati kepingan kepingan es kecil, Danau Mashu yang terkenal dengan kabut dan kejernihan airnya yang nomor 1 di dunia, Tanjung Shiretoko yang merupakan aset alam internasional dengan sisa hutan perawannya, serta berbagai tempat wisata lainnya yang terlalu banyak untuk disebutkan satu per satu.</p>
<p style="text-align: justify;">Di Dohoku, setiap tahun menyelenggarakan perlombaan nasional yang khas negeri salju, yaitu kereta luncur yang ditarik oleh anjing (Kota Wakkanai). Selain itu juga ada Tanjung Misaki di Jepang bagian ujung utara, lalu alam yang tersisa di pulau-pulau yang belum terjamah, Pulau Rishiri dan Pulau Rebun di mana kita bisa melihat ekosistem yang khas, juga Kebun Binatang Asahiyama (di kota Asahiyama) yang populer dan kreatif dalam cara menampilkan para hewan yang bisa diamati dalam kondisi yang sebenarnya, pada awal musim panas bunga lavender berkembang di mana mana, Taman Hinode (Kota Kamifurano) di mana kita bisa menikmati panorama 360 derajat dari menaranya, dan berbagai tempat wisata populer lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indojapanese.com/hokkaido/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>May Sunshine</title>
		<link>http://indojapanese.com/may-sunshine/</link>
		<comments>http://indojapanese.com/may-sunshine/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Apr 2012 09:39:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[About Japan]]></category>
		<category><![CDATA[may sunshine]]></category>
		<category><![CDATA[may the sun shine]]></category>
		<category><![CDATA[may the sunshine]]></category>
		<category><![CDATA[sunshine may]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indojapanese.com/?p=813</guid>
		<description><![CDATA[Kecerahan Bulan Mei By Arief Dari April hingga Mei, bunga Hanamizuki (sejenis Magnolia), Tsutsuji (Azalea), Fuji (Wisteria), mulai bermekaran, daun-daun baru di pepohonan pun hijau rindang menyilaukan. Cuacanya yang tenang menyegarkan membuat musim ini terasa paling nyaman dalam setahun. Ditambah dengan adanya liburan Pekan Emas Golden Week, membuat wisata ke tempat liburan dan melakukan kegiatan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1 style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><a href="http://indojapanese.com/wp-content/uploads/2011/05/may-sunshine.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-814" title="may-sunshine" src="http://indojapanese.com/wp-content/uploads/2011/05/may-sunshine-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a>Kecerahan Bulan Mei</span></h1>
<p style="text-align: justify;">By <strong><a href="http://indojapanese.com/about-us">Arief</a></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Dari April hingga Mei, bunga Hanamizuki (sejenis Magnolia), Tsutsuji (Azalea), Fuji (Wisteria), mulai bermekaran, daun-daun baru di pepohonan pun hijau rindang menyilaukan. Cuacanya yang tenang menyegarkan membuat musim ini terasa paling nyaman dalam setahun.</p>
<p style="text-align: justify;">Ditambah dengan adanya liburan Pekan Emas <strong>Golden Week</strong>, membuat wisata ke tempat liburan dan melakukan kegiatan di dalam dan di luar ruangan menjadi terasa lebih bersemangat. Dalam prakiraan cuaca, juga diberitakan informasi untuk bepergian.</p>
<p style="text-align: justify;">Bila kita melihat ke atas, tampak langit biru tanpa awan sedikitpun, inilah yang dinamakan <strong>Satsukibare</strong>. &#8220;Satsukibare&#8221; adalah kecerahan di bulan Mei, ataukah kecerahan di bulan Juni, ini masih sering diperdebatkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam istilah yang dipakai Badan Meteorologi ketika memberitakan prakiraan cuaca, dipakai istilah <strong>Go-gatsu no seiten</strong>. Istilah ini berasal dari bulan 5 (satsuki) pada kalender lunar kuno, yang artinya kecerahan di antara musim hujan. Langit biru di bulan Mei yang cerah membuat hati  juga terasa cerah menyenangkan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indojapanese.com/may-sunshine/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: http://www.w3-edge.com/wordpress-plugins/

Minified using disk: basic
Page Caching using disk: enhanced

Served from: indojapanese.com @ 2012-05-19 17:21:23 -->
